BBM Subsidi
49 SPBU di Bogor Tidak Dibatasi Penjualan Solar Subsidi
Sebanyak 49 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bogor tidak dibatasi waktu operasional penjualan solar bersubsidi.
Penulis: | Editor: Suprapto
WARTA KOTA, BOGOR— Sebanyak 49 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bogor tidak dibatasi waktu operasional penjualan solar bersubsidi oleh BPH Migas. Dari jumlah 49 SPBU itu, 42 lokasi berada di wilayah Kabupaten Bogor, dan sisanya di Kota Bogor.
Joko Praptono, Manager SPBU 31-16105 di Jalan Pajajaran, Bogor Utara mengatakan, berdasarkan surat BPH Migas nomor 937/07/ka BPH/2014 tanggal 24 Juli 2014, perihal surat edaran pengendalian jenis BBM tertentu tahun 2014 dan surat pertamina no 144/f 13410/2014-S3, tanggal 26 Juli 2014.
Perihal kebijakan pengendalian PSO tahun 2014, disebutkan ada 7 SPBU di Kota dan 42 SPBU di Kabupaten yang tidak dibatasi waktu penjualan solar bersubsidi.
"Di Kota Bogor salah satunya SPBU ini. Kita tetap bisa menjual solar bersubsidi selama 24 jam," ujar Joko Praptono saat ditemui di kantornya, Senin (4/8) siang.
Dia menjelaskan, tidak dibatasinya jam operasional penjualan solar bersubsidi karena SPBU yang dikelolanya berada di jalur perlintasan dan dilalui banyak kendaraan.
"Salah satu pertimbangan BPH Migas, posisi SPBU kita di Jalan Protokol yang menghubungkan Kota dengan Kabupaten Bogor," katanya.
Di Kota Bogor, tujuh SPBU yang tidak dibatasi jam operasional penjualan solar bersubsidi adalah di Jalan Pajajaran 2 SPBU, Jalan Kedung Halang, Jalan Ahmad Yani dan 3 SPBU di Jalan Soleh Iskandar.
"Yang beroperasi 24 jam tidak dibatasi, termasuk SPBU yang hanya beroperasi sampai malam saja. Kalau ditempat lain kan ada pembatasan penjualan dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore saja," ujarnya.
Di SPBU nya dalam sehari pihaknya bisa menjual solar bersubsidi sebanyak 5-6 ton. Jumlah kebutuhan dalam seminggu sebanyak 50 ton solar."Sampai saat ini sih belum ada pengurangan quota solar bersubsidi buat disini," katanya.
Joko menambahkan, di SPBU nya tidak menjual solar bersubsidi dengan menggunakan derigen atau drum. Untuk pembelian menggunakan derigen atau drum, konsumen harus membeli Pertamina Dex yang harganya Rp 13.150 per liter.
"Kalau untuk keperluan industri atau alat berat, hanya boleh membeli Pertamina Dex," ujarnya.
Sementara itu, Yudi (36), salah satu pengendara mobil Toyota Inova berbahan bakar solar mengaku cukup terganggu dengan pembatasan waktu pembelian solar bersubsidi ini.
"Kalau pas mobil saya solar habisnya setelah jam 6 sore, tapi SPBU tidak boleh menjual solar setelah jam itu, dimana saya mau ngisi solar. Kan tidak semua SPBU buka 24 jam," katanya saat ditemui sedang mengisi solar di SPBU Jalan Pajajaran, Kota Bogor.