Lebaran 2014
Kawasan Monas Lengang Tapi PKL Masih Kucing-kucingan
Biarin mas, biar gampang beresinnya. Takut petugas razia lagi, tadi saja saya sampai jatuh untuk menghindari petugas.
WARTA KOTA, GAMBIR - Razia serempak terhadap pedagang kaki lima (PKL) beberapa wilayah yang ada di DKI Jakarta dilakukan hari ini, Sabtu (2/8/2014). Diantaranya adalah kawasan Monumen Nasional (Monas).
Pantauan Warta Kota di kawasan Monas setelah penertiban pagi hari, kondisi taman IRTI tampak bersih dari para PKL. Sejumlah anak-anak tampak berlarian dengan senang karena kondisi yang lengang. Beberapa juga tampak bermain layang-layang ditemani kedua orang tuanya. Pasangan muda-mudi tampak asyik bercengkerama. Bahkan ada yang menggelar tikar dan tidur siang di bawah pohon tak jauh dari lapangan IRTI.
Puji Lestari (34), warga yang datang berkunjung ke Monas bersama suaminya Endin (40) itu mengaku senang dengan lengangnya kondisi Monas siang ini. "Asyik anak saya bisa berlarian dan main layangan sama bapaknya tuh. Daripada semalam, pas saya kesini penuh sama PKL," kata warga Tebet itu kepada Warta Kota di lokasi.
Lanjut Puji, dengan penertiban yang dilakukan pagi tadi setidaknya membuat liburan lebarannya kali ini menjadi lebih indah. Karena bisa bercengkeraman dengan keluarganya tanpa harus terusir oleh PKL yang akan menggelar lapaknya. "Asyik mas, pemandangan Monasnya jadi lebih keliatan. Apalagi jadi bersih dari sampah, pas deh saya ngajak anak saya ke sini hari ini. Dia jadi puas buat main," ujar wanita berbaju pink itu.
Hanya saja, sejauh pengamatan Warta Kota, sejumlah PKL masih nekat menjual dagangannya di dalam kawasan yang teduh di bawah pohon. Kawasan itu, luput dari pantauan petugas Satpol PP. Karena mereka lebih memfokuskan razia pedagang yang berjualan di dalam yang tidak tertutup pohon.
Para PKL itu, misal pedagang Kerudung, Gulali, tahu gejrot, pecel madiun, pernak-pernik, pedagang minuman keliling dan gantungan kunci. Tetapi mereka tidak menggelar lapaknya secara besar, hanya beberapa saja. Sisanya ditaruh di dalam karung, jika sewaktu-waktu ada razia kembali mudah mengangkutnya.
Seperti yang dikatakan Ririn (50) dan Nurmanto (55), pedagang gantungan kunci itu terpaksa tak menjual dagangannya dalam skala besar. "Biarin mas, biar gampang beresinnya. Takut tiba-tiba petugas razia lagi, tadi saja saya sampai jatuh untuk menghindari petugas," ucap wanita yang sudah berjualan gantungan kunci di Monas selama 30 tahun.
Sebenarnya, dirinya sudah mengetahui akan ada razia hari ini. Tetapi nekat berjualan karena momennya yang pas sesuai dengan hari raya Idul Fitri. "Soalnya rame mas, lumayan penghasilannya. Saya jualan lebaran ini daripada hari biasanya," ungkap warga Citayam itu kepada Warta Kota.
Lanjut Ririn, petugas yang melakukan razia jumlahnya ratusan. Sehingga tidak heran banyak PKL yang terjaring karena tidak sempat melarikan diri. "Petugas udah kayak banjir tadi datangnya, banyak banget. Untung saya sudah sering kucing-kucingan jadi bisa kabur tapi sempet jatuh juga tadi, sekarang masih sakit nih mas dengkul saya," ungkapnya.
Terpisah menurut Kasatpol PP Provinsi DKI Jakarta, Kukuh Hadi Santoso, pihaknya akan sapu bersih seluruh PKL yang ada di kawasan Monas. "Kami akan sikat habis mereka yang masih berjualan. Kami angkut semua gerobaknya," ujar Kukuh kepada Warta Kota di depan kantor Lembaga Pertahanan Nasional.
Ia menjelaskan, operasi ini akan dilakukan terus menerus dengan mendirikan pos-pos penjagaan di sekitar kawasan Monas. Hal itu dilakukan supaya para PKL tak kembali lagi masuk ke kawasan Monas. "Sekarang kami masih fokus sama PKL yang di lapangan IRTI dulu, besok tanggal 7 saya mau sikat juga PKL yang ada di parkiran IRTI itu. Biar benar-benar bersih Monas dari para PKL," ucap Kukuh.
Lanjut Kukuh, untuk operasi ini dirinya melibatkan Satpol PP yang ada di 5 wilayah DKI Jakarta. "Masing-masing wilayah saya minta 100 personel untuk membantu penertiban. Total sejak pagi sudah ada ratusan gerobak yang kami angkut, pagi saja sudah 11 truk, sore ini kami targetkan 22 truk," pungkasnya. (Wahyu Tri Laksono)