Ramadan dan Lebaran
Volume Sampah Saat Lebaran Menurun
Sebanyak 3.158 orang petugas disebar pada malam takbiran, dan 3.147 orang pada hari pertama Idul Fitri.
WARTA KOTA, JAKARTA - Petugas Dinas Kebersihan (Dinsih) DKI Jakarta tetap bekerja selama malam takbiran, usai salat Idul Fitri, hingga hari libur usai lebaran untuk tetap menjaga kebersihan Ibukota.
Mereka tetap bekerja terutama di kawasan wisata. Sebanyak 3.158 orang petugas disebar pada malam takbiran, dan 3.147 orang pada hari pertama Idul Fitri.
Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Saptastri Ediningtyas mengatakan, sebagian besar petugas kebersihan tetap bertugas selama libur Lebaran.
Hanya sekitar 10 persen petugas yang diperbolehkan mengambil cuti. Sedangkan sisanya tetap disiagakan.
”Sampah utamanya banyak di malam takbiran, dan setelah Salat Id, namun volumenya tidak terlalu banyak, sedangkan hari ini sampah di kawasan wisata yang banyak,” ujar wanita yang biasa disapa Tyas ini, di Jakarta, Rabu (30/7).
Dikatakannya, Dinas Kebersihan menyebar personil ke tempat keramaian malam takbiran seperti kawasan Bundaran HI, Monas, dan sebagainya. Sedangkan lokasi salat id yang akan disapu sebanyak 726 lokasi di seluruh Jakarta.
Berdasarkan laporan volume sampah selama Ramadan, diketahui rata-rata volume sampah mencapai 5.800 ton per hari.
Jumlah ini meningkat sedikit dibandingkan hari biasa sebelum Ramadan yang hanya 5.600-an ton. "Ini wajar karena konsumsi warga juga meningkat saat Ramadan,” ujarnya.
Ia mengatakan, peningkatan sekitar 2,6 persen ini kembali menurun pada hari H lebaran. Volume sampah pada hari H lebaran Senin (28/7) hanya mencapai 1.700an ton. dan H2 Selasa (29/7) sekitar 1.800 ton.
Sedangkan puncak banyaknya sampah usai Lebaran diperkirakan H+4 hingga H+6 dengan perkiraan volume mencapai 6.500 hingga 6.800 ton.
”Saat Idul Fitri, Jakarta ditinggalkan oleh sebagian warganya, jadi sampah juga tidak terlalu banyak, semua aktivitas libur juga menurunkan volume sampah, nanti setelah aktifitas normal, baru sampah kembali meningkat,” ucapnya.
Tyas mengatakan, petugas tetap menangani sampah dari TPS ke TPA. Terkait sampah yang belum terangkut dari rumah warga ke TPS, kata dia, karena tukang gerobak yang dikelola swadaya oleh RT/RW ada yang sebagian masih libur.
"Umumnya dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, mereka baru aktif di H+5 dan penanganan kebersihan normal kembali," tuturnya.
Tyas mengatakan, secara umum penanganan sampah di Jakarta selama libur hari raya, tetap tertangani dengan baik.