Capres 2014
Presiden PKS Anggap Usul Lomba Baca Al Quran Tidak Penting
Presiden PKS Anis Matta berpendapat tantangan adu mengaji antara dua bakal caon presiden, Prabowo Subianto dan Joko Widodo.
WARTA KOTA, PALMERAH— Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta berpendapat tantangan adu mengaji antara dua bakal caon presiden, Prabowo Subianto dan Joko Widodo, yang diusulkan Jusuf Kalla tidak bersifat substanisal.
"Itu tidak substansial. Menurut saya, substansi pemilihan presiden bukan di sana, melainkan lebih kepada kompetensi bagaimana mengelola negara besar seperti Indonesia," kata Anis di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Kamis (29/5/2014).
Menurut Anis, akan lebih baik jika persaingan antara capres dan cawapres kedua kubu diisi dengan hal-hal yang lebih berkualitas. Dengan begitu, kualitas seorang pemimpin nantinya akan terlihat dengan jelas bagi masyarakat yang akan menentukan pilihannya.
"Tantangan adu mengaji itu enggak cukup. Kita butuh kompetensi, lebih bagus fokus pada tema inti kualitas seorang pemimpin daripada terjebak tema-tema sentimentil yang tidak substansial. Fokus how to win," tegas Anis.
Usulan adu mengaji diajukan JK untuk merespons isu yang menyerang Jokowi terkait masalah SARA. JK menilai, Jokowi adalah seorang muslim yang taat dan ibadahnya tidak perlu diragukan lagi.