Waduk Pluit

Taman Waduk Pluit Semakin Teduh

Pepohonan yang dulu ditanam mulai tumbuh subur dan meneduhi Taman Waduk Pluit.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri |

WARTA KOTA, PLUIT-Meski cuaca panas, sedikit hembusan angin memberikan kesegaran bagi pengunjung di Taman Waduk Pluit, Jakarta Utara.

Nuansa sejuk nantinya akan lebih terasa berkat ratusan pohon dewasa yang baru ditanam dua bulan lalu. Ratusan pohon yang berdiri setinggi satu sampai tiga meter ini masih ditopang menggunakan bambu dan kayu.

Diharapkan satu hingga dua tahun mendatang, pohon khas daerah pesisir, seperti anggur laut (coccoloba uvifera), kalpataru (Barringtonia asiatica), trembesi (Samanea saman) dan sebagainya bisa melebarkan ranting dan daunnya. Sehingga bisa menyejukan sekaligus menghijaukan taman yang ada di sisi Barat Waduk Pluit ini.

Selain dipenuhi jenis pohon, di taman yang pembangunannya menelan hingga Rp 15 miliar ini juga disediakan beberapa fasilitas. Diantaranya joging track (lintasan lari-Red), plasa, lapangan sepak bola, lapangan futsal dan lapangan basket. Namun yang paling digandrungi pengunjung adalah jogging track.

Pada pagi dan sore hari, lintasan yang berkelok mengitari taman ini banyak dimanfaatkan warga. Mereka berlari kecil di lintasan berbatu conblock bersama sanak saudaranya maupun hewan peliharaan seperti anjing. Agar lebih menghijaukan taman, di tepian lintasan ditanami rumput gajah.

Bukan hanya dijadikan tempat berolahraga, lokasi ini juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat bersantai. PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pengembang proyek juga menyediakan bangku taman. Puluhan bangku taman ini bisa dimanfaatkan warga sebagai lokasi menyantap makanan sambil menikmati pemandangan Waduk Pluit.

Sementara di sisi timur taman ini telah dibeton jalan inspeksi sepanjang dua kilometer. Jalan yang memiliki lebar 10 meter ini diberi nama Jalan Ali Sadikin dan membentang panjang dari wilayah Pluit Timur sampai Selatan. Jalan inspeksi ini hanya dibuka apabila Jalan Pluit Timur Raya mengalami kemacetan.

Itulah kilas gambaran Taman Kota Waduk Pluit. Tentunya kondisi saat ini berbanding terbalik pada awal 2013 lalu. Dimana taman seluas 10 hektar ini dulunya berdiri permukiman kumuh. Para penghuni yang mayoritas pendatang dari berbagai daerah ini, menggarap lahan milik Pemprov DKI Jakarta tersebut.

Perubahan yang begitu besar di lokasi ini menjadi daya tarik sejumlah warga. Setiap hari, taman ini selalu dikunjungi oleh warga Jakarta. Tak terkecuali oleh Rosa (65) warga Tanah Abang, Jakarta Pusat ini.

Rosa mengaku takjub dengan perubahan yang terjadi di lahan ini. Karena sepintas ia mengetahui betul lokasi ini sebelumnya. "Saya sering lewat sini kalau beli ikan ke Muara Angke. Dulu ini merupakan permukiman kumuh dan sekarang menjadi tempat sebagus ini," ujar Rosa pada Rabu (14/5/2014).

Warga RT 05/09 Kelurahan Kebon Kacang, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat itu menyatakan, sudah tiga kali ia menyambangi tempat ini. Selain nyaman untuk bersantai, taman ini juga memberikan kemudahan bagi dua cucunya untuk bermain. "Menurut saya fasilitas tamannya sudah lumayan dan tanamannya juga cukup banyak, mungkin kalau sudah beberapa tahun lagi akan pohonnya akan rindang," kata wanita asal Jakarta itu.

Pada kesempatan yang sama Bangun Jtipta Group menggelar acara penghijauan di Taman Kota Waduk Pluit. Perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi ini menyumbang 500 pohon dewasa di areal parkir taman tersebut. Kegiatan yang diselenggarakan melalui Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) ini, lebih dari 20 jenis pohon berdaun lebat ditanam.

Presiden Direktur Bangun Tjipta, Fatchur Rochman mengatakan, pohon berdaun lebat ini berfungsi sebagai pengurai karbon dioksida. Fatchur menjelaskan, jenis pohon itu adalah ketapang, flamboyan, kupu-kupu, kayu putih, anggur laut dan sebagainya.

Menurut Fatchur, dipilihnya Waduk Pluit berdasarkan saran dari Pemerintah DKI.

"Kami konsultasi dengan DKI. Karena saat ini pemerintah sedang melakukan proyek revitalisasi, maka dipilihlah Waduk Pluit," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved