Ranjau Paku
Waspada! Ranjau Paku Marak Lagi
Aksi tebar paku marak lagi. Salah satu lokasi ruas jalan yang rawan tebar paku yakni di kolong Flyover Senayan
WARTA KOTA, TANAH ABANG -- Aksi tebar paku marak lagi. Salah satu lokasi ruas jalan yang rawan tebar paku yakni di kolong Flyover Senayan di Jalan Gatot Subroto arah Jembatan Semanggi.
"Sabtu kemarin sekira pukul sepuluh malam, saya pulang dari kantor. Dari arah Slipi, saya lewati kolong flyover Senayan menuju Semanggi. Tak berapa lama lewati flyover, motor saya mendadak oleng. Ban belakang ternyata kempis. Hampir saya terjatuh dari motor," ucap Deni (38), warga Cileungsi, Bogor.
Rupanya apa yang dialami Deni juga terjadi pada pengendara motor lainnya. "Wah, kok pakunya sama persis ya...model pakunya dibuat dari besi payung. Saya juga kempisnya nggak jauh setelah flyover," kata Rian, yang malam itu berencana mau ke Depok.
Selain membahayakan keselamatan jiwa, akibat aksi tebar paku, pengendara motor dirugikan secara materi. Biasanya biaya tambal ban tubles hanya Rp 7.000 per lubang, tapi malam itu sampai Rp 15.000 per lubang dan tidak bisa ditawar.
Tulang payung
Wakil Ketua Komunitas Semut Orange, Sanawi, mengatakan, sampai saat ini pelaku tebar paku menggunakan model paku dari tulang payung. Paku jenis ini sangat cepat merobek ban dalam motor, tak terkecuali ban tubles sekalipun.
Sanawi menduga kuat, aksi tebar paku juga melibatkan pelaku usaha tambal ban. "Soalnya janggal banget, masa di satu lokasi sampai ada tiga empat tempat tambal ban," ucapnya seraya menambahkan pihaknya sudah menyampaikan kerawanan tebar paku itu ke Polda Metro Jaya.
Di Jalan Gatot Subroto selama empat bulan ini berhasil ditemukan 300 buah paku. Di KH Hasyim Ashari dan Cideng aksi tebar paku berkurang 70 persen. (*)