Jokowi Bantah Diusir Puan Maharani
Jokowi menegaskan kabar dirinya diusir Puan Maharani tidak benar.
Penulis: Sri Handriyatmo Malau |
WARTA KOTA, PANCORAN - Calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Joko Widodo (Jokowi) menegaskan kabar dirinya diusir Puan Maharani tidak benar.
"Tidak ada," tegas Jokowi, saat ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta, Minggu (13/4).
Hal ini disampaikan Jokowi mengklarifikasi pemberitaan di harian The Jakarta Post, Sabtu (12/4) yang berisi Ketua BP Pemilu PDIP Puan Maharani memarahi calon presiden Jokowi memintanya meninggalkan rumah Megawati Soekarnoputri, di Jalan Teuku Umar usai pemilu legislatif, Rabu (9/4).
Jokowi tegaskan kembali, bahwa tidak ada kejadian dirinya diusir Puan. Pasalnya, setelah pertemuan pemilu Puan langsung ke Hongkong dan baru kembali nanti malam.
Lebih lanjut dia tandaskan pula bahwa PDI Perjuangan sudah final dan solid mencalonkan dirinya menjadi Capres.
"Semua sudah final, tidak ada perpecahan. Dalam keluarga, semua rukun, semua mendukung. Sangat solid," tandas Jokowi.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa informasi itu sama sekali tidak benar dan tak sesuai fakta.
"PDI Perjuangan menyesalkan dan terkejut dengan pemberitaan The Jakarta Post hari ini karena tidak sesuai dengan fakta yang ada," kata Hasto dalam keterangannya, Minggu (13/4).
Seperti diketahui, disebutkan kubu Jokowi dan Puan selaku Ketua Bappilu PDIP berdebat dan saling menyalahkan pascapengumuman hitung cepat hasil pileg oleh sejumlah lembaga survei, Rabu (9/4) lalu.
Bahkan disebutkan bahwa Puan meminta Jokowi meninggalkan kediaman Megawati karena kecewa popularitas Jokowi tidak mampu mendongkrak perolehan suara PDI Perjuangan hingga 30 persen dan memuluskan langkah Puan menjadi cawapres.
Tak hanya itu juga disebutkan bahwa Megawati berlinang air mata melihat perdebatan itu. Hasto pun membantah kabar tersebut. Hasto menegaskan bahwa saat itu Mega, Jokowi dan beberapa sahabat tidak berada di rumah Teuku Umar. Sehingga, tegas dia, tidak ada pertemuan maupun perdebatan itu.
"Pada saat itu Ibu Megawati, Pak Jokowi, dan beberapa sahabat beliau sedang menikmati makan malam, sekaligus membicarakan hal-hal terkait dengan pelaksanaan pemilu," kata Hasto.
Karenanya, Hasto menyatakan bahwa PDIP merasa difitnah dan disudutkan dengan pemberitaan The Jakarta Post ini. Untuk itu, Hasto tersebut.
"Kami menilai bahwa pemberitaan itu merupakan kesalahan fatal dalam pelaksanaan kaidah jurnalistik. Ini blunder besar bagi media sekelas The Jakarta Post," kata Hasto.
"Jadi, besar harapan kami, redaksi The Jakarta Post memberikan klarifikasi dan meralat pemberitaan tersebut serta menyampaikan permohonan maaf atas diabaikannya kaidah jurnalistik tersebut," tambahnya.