Senin, 27 April 2026

Liga Italia

Inilah 5 Pelatih Hebat Hasil Era Kebesaran Serie A

Simeone merupakan salah satu produk pelatih sukses yang lahir dari kompetisi Serie A 1990-an hingga awal 2000-an.

WARTA KOTA, MADRID - Kemenangan Atletico Madrid atas Barcelona di Liga Champions, Rabu (9/4), tak lepas dari tangan dingin pelatih Diego Simeone.

Sejak datang ke Vicente Calderon pada Desember 2011, pelatih 43 tahun itu menjelma menjadi sosok mesias bagi Atletico. Musim ini bisa saja menjadi puncak capaian pria berjuluk 'El Cholo' di Atletico.

Selain lolos ke semifinal Liga Champions, Atletico juga berpeluang menggondol titel Liga BBVA pertama sejak 1996. Dengan sisa enam jornada, Los Rojiblancos bercokol di puncak klasemen.

Simeone merupakan salah satu produk pelatih sukses yang lahir dari kompetisi Serie A 1990-an hingga awal 2000-an.  Pada periode tersebut, Serie A memang dianggap sebagai kompetisi nomor satu di dunia.

Selama di Italia sejak 1997 hingga 2003, Simeone membela panji Inter Milan dan Lazio. Bersama Inter dia memboyong Piala UEFA. Dengan Lazio, dia bahkan sanggup mendapatkan scudetto dan tiga gelar lainnya.

Tentu saja pria Argentina itu bukan satu-satunya pelatih hebat jebolan dari era kebesaran Serie A. Tercatat ada empat pelatih hebat lain yang juga mantan pemain klub Italia pada era tersebut.

Bahkan daftar tersebut bisa semakin panjang jika nama Josep Guardiola dan Laurent Blanc dimasukkan. Keduanya juga pernah mencicipi Serie A meski hanya dalam waktu yang singkat.

Berikut 5 Pelatih Hebat Hasil Era Kebesaran Serie A:

Diego Simeone (Atletico)
Simeone pindah ke Inter pada 1997 dan bertahan selama dua musim di sana. Setelah itu, dia hijrah ke Lazio dan bertahan hingga 2003.

Sebelum sukses di Atletico, Simeone telah merasakan sukses saat melatih Estudiantes dan River Plate dengan memenangi Torneo Apertura dan Torneo Clausura di masing-masing klub.

Sejak melatih Atletico, Simeone telah menjuarai Liga Europa 2011-12, Piala Super Eropa 2012, dan Copa del Rey 2012-13. Bukan tak mungkin musim ini prestasi Simeone akan bertambah.

Antonio Conte (Juventus)
Conte memperkuat Juventus dari tahun 1991 hingga 2004. Sebagai pemain, 5 scudetto diraih Conte untuk Juve. Hal itu belum ditambah trofi Piala UEFA, Liga Champions, dan trofi-trofi penting lain.

Sebelum menangani Si Nyonya Tua pada 2011, Conte telah membuktikan diri dengan membawa Bari dan Siena promosi ke Serie A.

Dia datang setelah dua musim beruntun Juve duduk di peringkat ketujuh klasemen. Seperti Simeone, Conte bak mesias bagi Juventus. Dia langsung memberikan dua gelar scudetto beruntun. Musim ini bisa jadi yang ketiga.

Roberto Mancini (Galatasaray)
Mancini adalah keajaiban. Dia sosok pemain yang sempat meraih scudetto bersama dua klub yang tak diunggulkan, Sampdoria dan Lazio. Itu belum termasuk 11 gelar lain yang diraihnya di dua klub itu.

Sebagai pelatih, tangan midas Mancini tak lantas hilang. Kecuali Galatasaray yang baru ditanganinya sejak akhir tahun lalu, pria 49 tahun selalu memenangkan gelar bersama semua klub yang dilatihnya.

Fiorentina dan Lazio dibawanya meraih Coppa Italia. Mancini lalu menjuarai tiga scudetto untuk Inter Milan, sebelum membawa Manchester City meraih gelar Liga Inggris pertama sejak 1968.

Vincenzo Montella (Fiorentina)
Montella membela Sampdordia sejak tahun 1996 hingga 1999. Setelah itu dia pindah ke AS Roma, bertahan hingga 2009, dan meraih scudetto musim 2000-01 bagi klub berjuluk I Giallorossi itu.

Meski belum pernah juara sebagai pelatih, pria 39 tahun itu dinilai sebagai calon pelatih besar Italia. Setelah membuktikan diri di Catania, taji Montella makin tampak ketika pindah ke Fiorentina pada 2012.

Montella sukses menyulap Fiorentina memeragakan permainan 'ala Barcelona', yakni permainan bola dari kaki ke kaki. Cara itu yang membuatnya hampir membawa Fiorentina lolos ke Liga Champions musim lalu.

Roberto Donadoni (Parma)
Total 12 tahun dihabiskan Donadoni dalam dua periode sebagai pemain AC Milan. Di Rossoneri, dia memenangi 6 scudetto, 3 Liga Champions, 2 Piala Interkontinental, dan tujuh trofi lain.

Meski sebagai pelatih belum semenjanjikan 4 nama di atas, Donadoni tak bisa dikesampingkan. Dia ditunjuk sebagai pelatih Italia pada 2006 dan membawa Azzurri ke perempat final Euro 2008 sebelum ditaklukkan Spanyol.

Musim ini kiprah Donadoni semakin disorot. Dialah sosok yang membuat Parma melewati 17 laga tanpa terkalahkan dan duduk di peringkat 6 klasemen sementara Serie A.

Tambahan: Josep Guardiola (Bayern Munchen) & Laurent Blanc (Paris Saint Germain)

Pada 2001 hingga 2003, Guardiola sempat berkiprah di Serie A dengan membela panji Brescia dan Roma. Sebagai pelatih, siapa yang tidak tahu prestasi yang telah dihasilkan pria 43 tahun itu?

Sedangkan, Blanc merasakan tiga musim sebagai pemain di Italia bersama Napoli dan Inter. Pelatih 48 tahun itu membawa Bordeaux menjuarai Ligue 1 musim 2008-09. Blanc bisa mengulanginya tahun ini di PSG.

Sumber: Dunia Soccer
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved