Omset Biro Tour and Travel Turun 40 Persen Karena Dolar Semakin Perkasa
Karena mata uang dolar AS semakin kuat terhadap rupiah mengakibatkan usaha biro tour and travel alami penurunan omset 40 persen.
WARTA KOTA, JAKARTA - Biro tour and travel dibeberapa wilayah Ibukota mengalami penurunan sebesar 40 persen.
Hal ini dikarenakan kenaikan nilai mata uang rupiah terhadap Dollar Amerika yaitu 1 Dollar sama seperti Rp 12.000 sejak Agustus 2013 lalu.
Oleh sebab itu, hanya rute ke daerah Asia menjadi tujuan favorit dari masyarakat.
Menurut Okti Ramayanti (34) tiketing officer dari Korea Indonesia Agency tour and travel yang berada di Jalan Suryopranoto no 44, Gambir, Jakarta Pusat terkena imbas akibat kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika.
"Ada pengaruh yang sangat signifikan sebesar 40 persen. Tapi, untuk jumlah banyak masyarakat yang ke luar negeri tidak bisa dihitung secara pasti," kata Okti kepada Warta Kota di kantornya, Jalan Suryopranoto no 44, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (4/1).
Wanita dengan rambut panjang itu menjelaskan bahwa biro perjalanan K.I.A itu melayani beberapa perjalanan ke luar negeri. Seperti benua Asia, Amerika, dan Australia.
Akan tetapi, memang saat ini memang paling banyak rute perjalanan yang menjadi favorit adalah Asia seperti Singapura, Hongkong dan Malysia.
"Tapi, untuk hari libur masih banyak masyarakat yang memanfaatkan liburnya untuk berjalan-jalan ke luar negeri. Berkurang peminat untuk menggunakan tour and travel sekitar 40 persen karena harga dollar yang naik sampai Rp 12.000," kata Okti.
Menurutnya, memang untuk high season (liburan panjang-red) jumlah prosentase masyarakat yang menggunakan tour and travel ada sebanyak 60 persen. Sedangkan untuk low season (liburan jangka pendek-red) hanya sekitar 40 persen.
"Untuk liburan natal dan tahun baru sekarang turun sangat drastis sekitar 50 persen," pungkasnya.
Menurutnya untuk rute perjalanan ke Eropa atau Amerika sendiri memang agak sulit.
Hal ini dikarenakan visa masyarakat yang kadang sering ditolak oleh pihak imigrasi.
Sedangkan untuk perjalanan menuju Asia jarang sekali menggunakan visa.
"Sementara ke eropa atau amerika harus memiliki visa. Banyak masyarakat yang mau kesana banyak ditolak imigrasi visanya. Tapi kami juga melayani perjalanan Korea karena visanya gampang," katanya.
Dia mencontohkan untuk rute tujuan ke Singapura 3 hari 2 malam yaitu dengan biaya 400 dollar Amerika atau 4,8 juta.