Senin, 20 April 2026

Di Bandara Soekarno-Hatta Idealnya Hanya 64 Penerbangan Per Jam

Ia menjelaskan ada perbedaan jumlah penerbangan yang cukup signifikan antara jam-jam lengang dengan jam-jam sibuk.

WARTA KOTA, JAKARTA - Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta sangat padat. Dalam sehari, rata-rata frekuensi pesawat yang terbang (take off) atau mendarat (landing) bisa mencapai 1.200 penerbangan atau sekitar 64-70 penerbangan setiap jam.

Menurut General Manager Navigasi Bandara Soekarno-Hatta Budi Hendro idealnya penerbangan di bandara ini 64 penerbangan per jam dan merata.

"Idealnya kita harapkan tidak lebih dari 64 penerbangan per jamnya dan merata. Jadi tidak menumpuk di jam-jam sibuk," ujar Budi saat dihubungi Wartakotalive.com, Rabu (20/11/2013).

Ia menjelaskan ada perbedaan jumlah penerbangan yang cukup signifikan antara jam-jam lengang dengan jam-jam sibuk. Di jam lengang, yaitu dari pukul 21.00 WIB sampai pukul 05.00 WIB, ada 10-15 penerbangan tiap jam. Sedangkan di jam sibuk bisa mencapai 64-70 penerbangan tiap jam.

Budi mengakui saat ini lebih banyak permintaan daripada fasilitas yang ada di bandara. "Padat sekali arus lalu lintas penerbangan. Makanya kita atur sedemikian rupa biar tetap lancar," ujarnya.

Budi menjelaskan bila terjadi delay atau keterlambatan penerbangan, itu semata-mata untuk keselamatan pengguna jasa dan terlayani dengan baik.

Ia berharap agar maskapai penerbangan bersedia terbang di malam hari sehingga tidak ada lagi delay. Pihak maskapai pun setuju dengan penerbangan malam hari. Namun, tergantung dari kesiapan bandara tujuan.

Dari sisi penumpang juga merasakan dampak dari padatnya frekuensi penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta. Salah satu penumpang, Hendro (25) mengatakan dirinya pernah berputar-putar di udara sebelum mendarat di bandara.

"Waktu itu saya dari Pontianak. Ada sekitar setengah jam saya pesawatnya muter-muter di udara. Saya tanya ke pramugari, dia bilang karena pesawat di bandara lagi penuh dan belum ada tempat kosong," ujar Hendro saat ditemui di Terminal 1A.

Lain lagi yang dialami seorang biksu bernama Biku Siriratanu (39). Ia yang baru tiba dari Medan menceritakan bahwa pesawat yang pernah ditumpangi yaitu Lion Air dan Sriwijaya mengalami delay.

"Pernah mengalami delay tapi enggak selalu. Alasan mereka delay biasanya karena operasional," ujar Biku Siriratanu.

Walau begitu ia belum pernah berputar-putar di udara sebelum mendarat di Bandara Soekarno-hatta. "Sesuai jadwal dan tidak mutar-mutar," ucap Biku Siriratanu.

Sementara, Aprilia (40) sering mengalami delay dan pernah hampir sampai tiga jam. "Paling sering delay Lion Air. Saya perhatikan di Palangkaraya dan Manado yang sering delaynya," ujarnya.

Aprilia mengatakan alasan petugas Lion Air delay karena lambatnya pesawat datang. Walau begitu, tidak semua penumpang mengalami delay atau berputar-putar di udara.

Dua wanita yang habis liburan dari Batam, Raminen (35) dan Tarjiaji (28) mengaku selama ini penerbangan selalu lancar.
"Lancar-lancar saja penerbangannya," ucap Raminen.

Ia pun mengatakan pelayanan yang diberikan maskapai Sriwijaya cukup bagus.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved