Bom Vihara

IPW: Waspadai Teror Bom yang Lebih Besar

Ind Police Watch sangat menyesalkan di bulan Ramadan masih saja ada orang-orang tertentu yang menebar teror. Sebelumnya Polsek Rajapolah Tasikmalaya juga diteror bom panci.

|

Palmerah, Wartakotalive.com

Ind Police Watch (IPW) sangat menyesalkan, kenapa di bulan Ramadan masih saja ada orang-orang tertentu yang menebar teror. Sebelumnya Polsek Rajapolah Tasikmalaya juga diteror bom panci pada 20 Juni 2013.

"Sepertinya target pelaku hendak mengganggu ketenangan warga, sehingga orang-orang yang hendak mudik dan mempersiapkan Lebaran dilanda kecemasan dan ketakutan," kata Neta S Pane
Ketua Presidium Ind Police Watch dalam keterangan tertulis yang diterima Senin (5/8/2013).

IPW mendesak polisi segera mengungkap kasus ini. Apakah kasus peledakan di Viara Ekayana ada kaitan dengan teror bom yg gagal di Polsek Rajapolah? Sebab ada kesamaaan dari komponennya, yang terdiri dari bahan peledak, gotri dan paku.

Di Polsek Rajapolah bom gagal meledak dan di Viara Ekayana, salah satu bomnya pun gagal meledak. Melihat kedua kasus ini bisa disimpulkan bahwa pembuatan kedua bom tersebut tidak sempurna.

Artinya, pihak yg membuatnya bisa saja orang yg sama dan sedang "belajar" membuat bom untuk menebar teror. Siapa orangnya dan dari kelompok mana, tugas polisi untuk mengungkapkannya.

Tapi jika melihat perkembangan dari aksi-aksi teror belakangan ini, ada dua kelompok yg secara simultan mengembangkan pembuatan bom, yakni kelompok atau pengikut Sigit Qurdowi asal Solo dan kelompok Santoso dari Poso.

Sigit sendiri sdh tewas dlm penyergapan beberapa tahun lalu di Solo, tapi dia sempat merekrut puluhan pengikut dan aksi teror bom bunuh diri di Polres Cirebon thn 2011 lalu adalah aksi dari pengikutnya.

Pertanyaannya kemudian adalah dari mana bahan peledak mereka? Apakah ada persamaan bahan peledak di Polsek Rajapolah dan di Viara Ekayana dgn 250 dinamit yg hilang? Jika tidak ada, masalahnya mungkin tidak terlalu mengkhawatirkan.

Tapi jika ada, situasinya menjadi sngt mengkhawatirkan. Sebab peledakan yg gagal di Rajahpolah dan di Viara Ekayana bisa dinilai sbg sebuah ujicoba yg bukan mustahil para pelaku sedang merencanakan sebuah aksi teror besar dgn bahan peledak yang cukup besar yg mereka miliki.

Untuk itu Polri harus segera mengungkap dan menangkap para pelaku agar hal2 yg tak diinginkan tidak terjadi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved