Anti Punya Orangtua Tiri, Mengapa?
Di masa lalu, orangtua atau keluarga tiri memiliki konotasi buruk sebagai keluarga yang semestinya tak terjadi, selalu bermasalah, dan tak akan sebaik orangtua kandung.
Kebanyakan anak perempuan enggan melepas hubungan dekat dengan ibu mereka bersama orangtua baru sehingga sulit menerima kehadiran ayah tiri. Meskipun sebagian besar ayah tiri akhirnya dapat mengadopsi peran pengasuhan aktif dengan anak-anak, akan terus ditolak oleh anak perempuan tirinya.
Tentang usia anak, secara umum terlihat bahwa semakin muda anak-anak pada saat terjadinya pernikahan kembali semakin mudah mereka menyesuaikan diri dengan orangtua tiri baru. Para peneliti menemukan bahwa masa praremaja adalah masa yang sangat sulit untuk menghadapi kondisi ini. Hal ini disebabkan adanya kepedulian terhadap munculnya seksualitas mereka sendiri yang membuat, bahkan tampilan kasih sayang sesedikit apa pun antara orangtua kandung dan pasangan barunya, tak dapat mereka terima.
Untuk mengurangi ketegangan dan meningkatkan ikatan keluarga, orangtua tiri perlu mengambil alih peran pengasuhan dan disiplin secara perlahan. Sebaiknya di awal peran tersebut masih dipegang oleh orangtua kandung. Secara khusus ibu atau ayah kandung harus terus memantau dan mengawasi anak-anak mereka, terutama selama masa remaja, dan tidak membiarkan diri mereka menjadi berkecil hati dan merasa dipisahkan.