Rabu, 22 April 2026

Pasar Seni Ancol, Dekatkan Kaum Urban dengan Kekayaan Seni

Upaya untuk mempromosikan Pasar Seni serta mendekatkan kaum urban terhadap seni dan budaya harus didukung berbagai pihak.

|

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Feryanto Hadi

Jakarta, Wartakotalive.com

Kamis (28/3/2013) petang, seorang lelaki tampak mengayun kuas, menggoreskan warna-warna di atas kanvas, merangkai garis-garis menjadi sebuah gambar yang indah, sebuah bunga Matahari yang merekah di atas tanah yang subur.

Dia bernama Didit (50), seorang seniman lukis yang menempati salah satu kios di Pasar Seni, Ancol Taman Impian. Ketika disapa, pelukis asal Yogyakarta tersebut dengan ramah menjawab. Pun ketika diajak berbincang, dia dengan antusias meladeni, dengan menjelaskan berbagai hal seputar dunia seni.

“Pasar Seni Ancol adalah rumah kami, para seniman,” ujarnya.

Cubung Wasono Putro (42), seniman lain di Pasar Seni Ancol mengatakan pada dasarnya setiap seniman maupun perajin yang menetap di pasar seni selalu ramah kepada siapa saja, termasuk kepada para pengunjung pasar seni.

"Ini menjadi salah satu fungsi pasar seni sebagai tempat untuk mendapatkan edukasi seni bagi masyarakat yang menginginkannya," kata dia.

Ini yang menjadi kelebihan Pasar Seni Ancol. Tidak hanya sebagai wadah bagi seniman dan perajin berkreasi, namun juga bisa menjadi tempat yang memberikan edukasi kepada masyarakat, berkaitan dengan dunia seni dan budaya.

Seperti dikisahkan Cubung, banyak pengunjung Pasar Seni yang berdikusi dan bertukar pikiran seputar dunia seni. Lebih dari itu, pengunjung juga dapat membeli benda-benda hasil karya seni dan kerajinan. Mereka juga dapat melihat dan menyimak, sekaligus belajar bagaimana seniman melakukan pekerjaan seni.

Di antaranya dengan menyaksikan seniman yang membuat patung atau relief dengan bahan semen, batu, kayu, atau kolase. Selain itu, pengunjung juga dapat melihat bagaimana para perajin membuat topeng, memahat wayang kulit atau wayang golek, perajin yang membuat ukir-ukiran dengan gaya dari berbagai tempat di Indonesia serta menyaksikan bagaimana seniman lukis menggoreskan tinta-tinta di atas kanvas.

Ruang berkarya dan pameran seni setiap hari

Menempati area seluas empat hektar, pepohonan tumbuh rindang mengelilingi sebanyak 110 kios milik para seniman. Suasana ini, membuat Pasar Seni Ancol nyaman untuk dikunjungi.

Penataan kios yang mirip sebuah perkampungan menambah suasana akrab. Kios-kios ini adalah tempat untuk menggelar aneka karya seni, kerajinan, dan suvenir buatan para seniman, mulai dari lukisan, patung, ukir-ukiran, dan relief.

Anda juga dapat menemukan barang kerajinan yang terbuat dari kayu, rotan, tembikar, kulit, tanduk, dan juga keramik. Ada juga kain batik khas berbagai daerah, juga aksesoris mulai dari kerang sampai batu-batuan yang juga tersebar di seluruh penjuru Nusantara.

Pasar Seni Ancol yang berada di wilayah Jakarta Utara ini sudah berdiri sejak tahun 1970-an. Pada 1975, pasar seni ini dinamai 'Bazar Seni Rupa.'

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved