Icip-icip Sate Ambal Kebumen di Jakarta Selatan
Di antara kelompok kuliner sate ayam, nama sate ambal boleh jadi kurang populer. Namun, bagi warga Kebumen dan sekitarnya, santapan yang satu ini sudah tidak asing lagi. Bisa dikatakan kuliner andalan
Mampang Prapatan, Wartakotalive.com
Kata “ambal” dicomot dari nama sebuah kecamatan di Kebumen, Jawa Tengah, yang jadi asal kudapan ini, Ambal. Dulu, daerah itu merupakan sebuah kadipaten juga bernama Ambal.
Alkisah, tahun 1872 silam, Bupati Ambal Poerbanagara ingin makan lauk yang enak dan empuk. Lalu, juru masaknya membuat sate ayam yang berbalur bumbu sebelum dibakar. Dan hingga kini, masyarakat setempat menyebutnya sate ambal.
Nah, buat warga Jakarta dan sekitarnya yang penasaran dengan rasa sate ambal, enggak perlu jauh-jauh ke Kebumen untuk mencicipi kuliner ini. Sate Ayam Ambal Mas Dhani di daerah Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Letak persisnya di Jalan Bangka Raya 1.
Kalau Anda datang dari arah Kuningan, begitu sampai di perempatan Mampang, belok kanan ke Jalan Kapten Tandean. Lurus saja hingga ketemu jalan bercabang. Ambil jalan yang kiri dan Anda sudah berada di Jalan Bangka Raya. Terus saja sampai Gedung AKA yang ada kanan jalan. Nah, letak kedai Sate Ayam Ambal Mas Dhani ada di seberang gedung ini.
Tapi, kapasitas kedai ini enggak besar-besar amat, lo, hanya memuat maksimal 10 pengunjung. Tak heran, kebanyakan pelanggan membawa pulang sate ambal pesanannya.
Pengolahan sate ambal berbeda dengan sate ayam pada umumnya. Meski sama-sama dibakar, sate ambal tidak menggunakan kecap. Dan, sebelum ditusuk, potongan daging ayam dibaluri bumbu dulu.
Penasaran ingin tahu seperti apa baunya sebelum dibakar? Ambil saja satu tusuk sate ambal yang masih mentah. Aroma rempah-rempah yang harum langsung menyerbu indra penciuman, sedap betul.
Budiyono, sang pemilik kedai, bertutur bahwa bumbu sate ambal memakai sembilan jenis rempah plus gula jawa sebagai pengganti kecap. Sebelum ditusuk, daging ayam direndam ke dalam bumbu dan gula jawa selama satu jam. Setelah itu, daging siap ditusuk.
Saus bakal tempe
Satu porsi berisi sepuluh tusuk sate sudah tersaji di atas piring, dengan semangkuk saus bertekstur kasar dengan jejak minyak. Anda bisa memilih nasi atau ketupat sebagai teman makan.
Potongan daging ayamnya berukuran lumayan besar. Di ujung pangkal tiap tusukan, ada potongan daging berkulit yang terlihat empuk. Tampilan sate ambal tampak matang kekuningan yang cantik, dengan sedikit sekali jejak hitam hasil bakaran. “Karena tidak pakai kecap, maka tidak terbentuk arang kecap yang hitam hangus di daging ayam,” ujar Budi, panggilan Budiyono.
Saus yang disajikan bisa Anda siramkan ke sate, nasi, atau ketupat. Terserah selera Anda. Saat digigit, daging ayamnya terasa spicy alias berbumbu dengan sedikit samar rasa manis yang berbalur gurih.
Tumbukan aroma pala, lengkuas, jahe, dan kunyit membikin daging sate tercium harum dan lezat. Daging ayamnya juga empuk dengan bumbu yang meresap hingga ke dalam.
Saus satenya juga punya tekstur rasa hampir sama, hanya lebih gurih dan manis. Rupanya, keunikan sate ambal juga tecermin pada saus yang terbuat dari bakal tempe alias kedelai yang sudah diberi ragi namun belum jadi. “Untuk mengurai aroma langu kedelai dan membuatnya lebih empuk sekaligus sehat,” kata Budi.