Senin, 1 Juni 2026

Nasi Goreng Betawi, Ya Nasi Goreng Mengkudu

Nasi goreng mengkudu. Apa itu? Seperti namanya, itu nama nasi goreng. Hanya saja ini nasi goreng yang dicampur dengan daun mengkudu. Warnanya kehijauan.

Tayang: | Diperbarui:

Ternyata masih banyak makanan asli Betawi yang belum terangkat ke permukaan, bahkan bisa dibilang beberapa makanan itu nyaris punah. Beruntung masih ada orang yang peduli untuk melestarikannya. Di Dapur Mak Haji, Anda akan disajikan beberapa makanan yang sudah sangat jarang ditampilkan.

Nasi goreng mengkudu, salah satunya. Baru pertama kali saya dengar dan tertarik langsung ingin mencicipi. Sepintas tampilannya mirip dengan nasi goreng kampung. Bumbunya pun sama, hanya cabai hijau, bawang merah dan garam yang digiling halus lalu ditumis dengan minyak goreng dan nasi putih.

Yang membedakannya, nasi goreng itu diberi irisan daun mengkudu. Warna nasinya jadi agak kehijauan, karena bumbu dasar cabai hijau dan irisan daun yang berwarna hijau tersebut. Nasi digoreng hingga kering tanpa ada minyaknya. Karena pada saat menumis bumbu, minyak goreng ditiriskan dahulu. Baru kemudian nasi dan daun mengkudunya dimasukkan.

"Seingat saya, saat masih kecil nasi goreng mengkudu ini sering menjadi sarapan yang selalu disajikan setiap paginya. Dan ini menjadi tradisi orang Betawi untuk menyajikannya. Tapi untuk saat ini sudah jarang, bahkan tidak pernah dibuat lagi," ujar Hamdhani, pemilik Dapur Mak Haji.

Kemudian, karena di keluarga Hamdhani setiap kali ada tamu datang selalu disajikan nasi goreng mengkudu, lama kelamaan ada permintaan dari para kerabat dan teman untuk menjual menu tersebut.

Meski tidak diketahui secara pasti bagaimana riwayat moyang orang Betawi sampai menggunakan daun mengkudu sebagai bumbu nasi goreng, namun di kemudian hari terbukti bahwa pilihan itu amat tepat karena daun mengkudu berkhasiat untuk kesehatan. Nasi goreng ini disajikan bersama emping dan acar mentimun.

Selain itu, terdapat telur dadar daun nangka. Sekilas penampakannya tidak beda jauh dengan telur dadar biasa. Tidak diketahui juga mengapa orang zaman dulu menggunakan daun nangka tersebut.

Namun yang pasti aroma dan rasa terasa beda. Dengan daun nangka, bau amis yang biasanya tercium pada telur menjadi hilang. Jika digoreng, aromanya menjadi semakin gurih. Daun nangkanya dipilih yang masih muda dan ditumbuk, lalu dicampurkan ke dalam adonan telur.

Nasi goreng mengkudu paling cocok disajikan dengan krewedan. Krewedan adalah istilah bagi masyarakat Betawi pinggiran untuk menyebut daging tetelan. Diambil dari potongan daging yang dikeluarkan ketika orang Betawi membuat semur daging.

Sebagaimana diketahui, untuk membuat semur daging biasanya menggunakan daging kerbau atau sapi yang telah dibersihkan dari lemak, urat atau tulang. Nah, bagian yang dikeluarkan dari daging murni itulah yang disebut dengan krewedan.

Isinya tentu saja tidak melulu lemak, urat atau tulang. Karena pada saat membuang bagian-bagian itu ada daging yang ikut menempel. Di Dapur Mak Haji bahan untuk membuat krewedan itu sudah disesuaikan dengan selera banyak orang. "Bahan yang kami gunakan sepenuhnya daging murni. Bisa sapi atau kambing. Tergantung selera dan dan pilihan pengunjung," imbuh Hamdhani.

Cara membuatnya cukup mudah, potongan daging murni tersebut setalah direbus hingga empuk, lalu ditumis dengan bumbu seperti cabai rawit, bawang merah, garam dan bumbu lainnya. Rasanya antara pedas, sedikit rasa asam dan gurih.

Dapur Mak Haji juga menyediakan sayur yang sudah langka, sayur pengantin. Di masyarakat Betawi pinggiran sayur jenis ini konon masakan yang wajib dibawa pengantin wanita kepada mertuanya pada saat niga hari, yaitu hari ketiga setelah mereka resmi melangsungkan pernikahan.

Itulah sebabnya sayur ini sering disebut sebagai sayuran pengantin. Dalam perkembangannya sayur jenis ini sering disebut sebagai sayur pengantin. Dalam perkembangannya sayur tersebut juga sesekali ditemui pada acara tertentu, misalnya pada saat menjelang Ramadhan (munggahan), Lebaran Idul Fitri dan Lebaran Haji sebagai pelengkap makan ketupat.

Keistimewaan sayur ini adanya bahan sayuran yang orang Betawi pinggiran menyebutnya dengan telor tebu. Entah apa sebutan jenis sayuran itu di daerah lain. Di Jakarta sudah sangat sulit mencari sayur seperti ini. Tapi kalau di daerah Bogor dan Puncak mudah ditemukan.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved