Selasa, 21 April 2026

Bersihkan Kulit, Cerahkan Wajah

Perempuan yang berkulit cenderung gelap kerap mendambakan kulit yang putih terang. Namun, urusan kulit bukan sekadar memutihkan kulit yang memakai berbagai produk kecantikan.

|

Palmerah, Wartakotalive.com

Perempuan yang berkulit cenderung gelap kerap mendambakan kulit yang putih terang. Namun, urusan kulit bukan sekadar memutihkan kulit yang memakai berbagai produk kecantikan. Tapi, kulit juga perlu dijaga kesehatannya. Jika kulit sehat, bukan hanya kulit cerah dan berseri yang Anda dapatkan, tapi juga rasa percaya diri.

Menjaga kesehatan dan kebersihan kulit sangat penting. Misalnya, kulit wajah, jika kulit muka itu tidak terawat maka akan muncul masalah, seperti jerawat dan komedo. Tapi, jika kulit terus dijaga kebersihannya bukan mustahil wajah Anda akan sehat, serta terlihat cerah dan berseri.

Menurut dermatolog dr Tina Wardhani Wisesa SpKK(K), perawatan kulit dan wajah harus dilakukan sedini mungkin. Perawatan kulit jangan menunggu sampai munculnya masalah kulit. Menjaga kebersihan wajah yang terpenting mencuci wajah tiga kali sehari dengan produk pembersih yang sesuai jenis kulit wajah. "Jangan merawat kulit sebagai beban. Ibarat tubuh memerlukan makanan, kulit membutuhkan perawatan yang tepat dan terus menerus," ujar dr Tina yang ditemui saat menjadi pembicara tentang jerawat, beberapa waktu lalu.

Sedangkan dr Tjut Nurul Alam SpKK mengatakan, tidak ada perbedaan perawatan antara mereka yang berkulit gelap dan yang berkulit terang. Perawatan kulit ditentukan dari jenis kulit yang dimiliki perempuan, misalnya kulit berminyak, kulit kering, dan kulit normal.

Kenyataannya, kulit lebih gelap memiliki pigmen lebih tebal sehingga lebih awet muda ketimbang kulit terang. Pasalnya, Indonesia beriklim tropis yang kaya sinar Matahari. Saat kulit terkena sinar matahari, kulit lebih gelap lebih tahan terkena pancaran Matahari ketimbang kulit lebih terang. Kulit putih harus menggunakan tabir surya agar kulitnya tidak rusak lebih cepat. "Kerugian memiliki kulit yang putih jika tidak dirawat dan menggunakan tabir surya jika berada di sinar Matahari adalah lebih cepat tua," ujar dr Tjut kepada Warta Kota, beberapa waktu lalu.

Pigmen pada kulit berfungsi sebagai payung untuk menahan sinar matahari yang masuk ke tubuh. Pada kulit yang terang lapisan pigmennya lebih tipis ketimbang kulit yang gelap. Semakin gelap kulit, semakin tebal lapisan pigmennya. Mereka yang berkulit hitam cocok dan sesuai tinggal di iklim tropis.

Pemutih

Sebagian besar kulit orang Indonesia sawo matang. Kulit ini sesuai dengan iklim tropis. Namun, akibat stereotip cantik global kerap mengedepankan mereka yang berkulit putih, sehingga banyak perempuan yang berkulit sawo matang tidak percaya diri. Mereka ingin memutihkan kulitnya dengan berbagai cara menggunakan aneka produk pemutih.

Padahal, kebiasaan memutihkan kulit sebenarnya berbahaya. Dr Tjut dengan tegas melarang menggunakan pemutih kulit yang dilakukan sembarangan. Pemutih hanya digunakan untuk orang yang sakit karena kelebihan pigmen. Selain itu, orang yang mulai tua lalu timbul bercak-bercak coklat di wajah atau dalam kondisi sakit yang bisa menggunakan pemutih. Penggunaan pemutih dalam kondisi tersebut agar warna kulit wajahnya menjadi lebih rata. Pemutih bukan digunakan untuk memutihkan kulit yang gelap.

"Kulit berwarna ya tidak mungkin menjadi putih dengan pemutih. Apalagi banyak obat-obatan yang hanya membunuh pigmen. Itu obat-obatan ilegal," ujarnya. Jika pigmen dibunuh dampak buruknya pasien akan menderita autoimun. Autoimun merupakan antibodi yang seharusnya menjaga tubuh agar tidak terkena penyakit, justru menyerang tubuhnya sendiri. Tubuh yang tidak memiliki antibodi atau antibodi yang telah menyimpang tersebut akan lebih mudah terkena penyakit. Di banyak negera, pemakaian pemutih sudah dilarang. Namun di Indonesia belum ada aturan jelas tentang pelarangan pemakaian pemutih.

Dia menerangkan jika ingin kulit gelap menjadi lebih cerah, lebih baik rajin membersihkan wajah. Tentu saja pembersih yang sesuai dengan kulit wajahnya. Selain itu, rajin memakai tabir surya pada wajah tentu akan menjaga kesehatan wajah dari sengatan Matahari. "Kulit yang sehat dan lembab adalah kulit seperti kulit bayi, lembut, warnanya cerah. Bukan mengubah kulit gelap menjadi putih," ujarnya.

Kebersihan yang utama

Dalam perawatan kulit, kebersihan menjadi yang utama. Baik itu jenis kulit berminyak, kering, dan normal. Kulit punya dua keadaan yang menyebabkan kulit terlihat lebih lembab, yakni kelenjar minyak yang terletak di akar rambut dan lapisan epidermis menyimpan cadangan air di bawah kulit.

Pada kulit normal, kelembaban kulit seimbang antara kelenjar minyak dan airnya. Sedangkan pada kulit berminyak, kulit memiliki cadangan minyak berlebih. Pada kulit kering kekurangan air. Jika kelenjar minyak kurang tapi lapisan epidermisnya mengandung air kulit tetap dianggap normal.

Pada kulit berminyak tapi sensitif yang memiliki lapisan kekurangan air harus memerhatikan produk pembersih wajahnya. Pada kulit kering, jangan mencuci wajah dengan pembersih yang banyak busa. Pasalnya, jenis pencuci membuat cadangan air di epidermis terkuras. Lebih baik, mereka yang berkulit kering memakai pembersih yang sedikit busa dan cleansing milk. "Terlalu banyak busa akan menguras banyak air sehingga membuat kulit lebih kering," ujar Tjut.

Pada kulit sensitif, baik kulit kering atau kulit berminyak jika tidak cocok dengan pembersih wajah akan menyebabkan kulit lebih kering, gatal, dan wajah memerah atau eksim. Sedangkan pada kulit normal yang relatif tidak bermasalah saat mencuci wajah jangan digosok terlalu kencang agar pori-pori tetap baik.

Penggunaan make up

Di pasaran banyak tersedia produk make up aneka jenis dan merek. Namun pemakaian produk tata rias wajah itu juga harus disesuaikan jenis kulit. "Penggunaan make up juga dibedakan antara kulit berminyak, kering, dan normal. Pada kulit normal tentu saja lebih bebas memilih make up asalkan tetap rajin membersihkan wajah," ujar Tjut Nurul Alam.

Untuk kulit berminyak, menggunakan make up yang terus menerus, dikhwatirkan akan muncul komedo atau jerawat. Pasalnya, produk make up agar bisa menempel pada wajah kerap menggunakan minyak. Kelenjar minyak di wajah akan kewalahan karena "menampung" lebih banyak minyak dari luar sehingga menutup pori-pori wajah. Akibatnya, akan muncul komedo dan jerawat.

Solusinya, bagi kulit berminyak harus sering mencuci wajah dan tidak memakai tata rias seharian. Jika harus memakai make up seharian, sebaiknya diselingi dengan membersihkan wajah. Alasannya, kulit berminyak sangat membutuhkan kebersihan wajah, terutama pori-pori agar tidak tersumbat. "Kalau menggunakan make up, harus sesering mungkin tetap mencuci wajah. Habis dicuci wajahnya pakai make up lagi enggak apa-apa," ujarnya.

Wajah dengan kulit kering, biasanya tidak tahan produk make up yang bersifat iritasi. Lapisan epidermis pada kulit kering yang sudah tipis akan semakin rapuh terkena bahan-bahan yang membuat iritasi tersebut. Pilih produk make up yang berbahan lembut agar tidak gatal dan kemerahan. (lis)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved