Jumat, 15 Mei 2026

Kelapa dan Durian Jadi Buah Andalan Kabupaten Lebak

Komoditas perkebunan kelapa menjadi andalan ekonomi petani Kabupaten Lebak, Banten.

Tayang: | Diperbarui:

Lebak, Wartakotalive.com

Komoditas perkebunan kelapa menjadi andalan ekonomi petani Kabupaten Lebak, Banten. Ribuan ton kelapa dari berbagai daerah di Kabupaten Lebak dipasok ke luar daerah dengan menggunakan angkutan truk dan kereta api. Sebagian besar dipasok ke Tangerang dan Jakarta.

"Kami setiap mengangkut kelapa ke Jakarta dua sampai tiga truk," kata Sumedi, seorang petani warga Malingping Kabupaten Lebak, Selasa (25/12).

Sumedi memasok kelapa ke luar daerah, selain milik kebun sendiri, juga menampung dari petani. Komoditas kelapa di Lebak belum pernah mengalami kehabisan. "Saya kira penampung juga mendapatkan kelapa dari petani," katanya.

Sumedi mengatakan, selama ini permintaan kelapa di pasaran cukup tinggi karena memiliki keunggulan dibanding kelapa dari Pulau Sumatera.

Kelebihan kelapa Kabupaten Lebak, selain memiliki kadar minyak cukup tinggi, juga tidak mengeluarkan air dalam jumlah banyak dan buahnya tebal.

Kelapa asal Lebak ini sangat cocok untuk bahan makanan campuran, seperti aneka kuliner dan sayuran. Banyak pabrik makanan biskuit maupun roti di Tangerang menggunakan campuran kelapa dari Lebak.

"Kami setiap hari menjual kelapa dengan omzet hingga puluhan juta rupiah," kata Sumendi.

Sukri, petani Kecamatan Wanasalam Kabupaten Lebak, mengaku dirinya memiliki perkebunan kelapa seluas tiga hektar dan hampir setiap hari menjual ke penampung.

"Kami bisa menyekolahkan anak-anak hingga perguruan tinggi dari hasil penjualan kelapa," kata Sukri

Sementara itu, H Sopyan, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Lebak, mengatakan, saat ini jumlah perkebunan kelapa milik masyarakat tercatat 23.136 hektar yang tersebar di 28 kecamatan.

Petani mengembangkan budi daya kelapa sejak turun temurun, karena bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi. "Saya kira usaha budidaya kelapa dalam sebagai andalan petani untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga," kata Sopyan.

Durian

Sementara itu, buah durian Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, selama sepekan terakhir juga membanjiri Kota Rangkasbitung.

"Kami mendatangkan buah durian dari petani Baduy karena permintaan pasar relatif tinggi," kata Bayu, seorang pedagang Rangkasbitung, baru-baru ini.

Bayu mengatakan, kelebihan durian Baduy selain buah tebal, rasanya manis, dan beraroma, dan harganya relatif murah. Saat ini harga durian Baduy di pasaran antara Rp 15.000 dan Rp 40.000 per buah. Maka permintaan durian Baduy sangat banyak.

Bahkan, warga luar daerah datang ke Rangkasbitung untuk membeli durian Baduy dengan jumlah banyak. "Selama ini omzet penjualan durian Baduy cukup lumayan karena panen durian belum merata di Lebak," katanya.

Bayu mengatakan, pedagang buah durian kini memadati Jalan Gang Kibun, Multatuli, Hardiwingun, Sunankalijaga, dan Pasar Rangkasbitung.

Pasokan buah durian Baduy dipastikan bertahan hingga sampai Februari 2013. Selain itu durian Baduy juga dipasok ke Jakarta melalui angkutan kereta api.

Sementara itu, Unang, Kepala Seksi Tanaman Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, mengatakan, selama ini komoditas durian juga menjadi produk unggulan petani Lebak. Saat panen bisa memasok durian ke Rangkasbitung, Bogor, dan Jakarta.

Sentra durian tersebar di Kecamatan Leuwidamar, Sobang, Muncang, Bojongmanik, Cirinten, dan Gunungkencana. Di kawasan itu setiap tahun menjadi sentra penghasil durian terbesar di Banten. "Kami terus mengembangkan budidaya durian guna mendongkrak pendapatan ekonomi masyarakat," katanya. (ang)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved