Kelapa dan Durian Jadi Buah Andalan Kabupaten Lebak
Komoditas perkebunan kelapa menjadi andalan ekonomi petani Kabupaten Lebak, Banten.
Lebak, Wartakotalive.com
Komoditas perkebunan kelapa menjadi andalan ekonomi petani Kabupaten Lebak, Banten. Ribuan ton kelapa dari berbagai daerah di Kabupaten Lebak dipasok ke luar daerah dengan menggunakan angkutan truk dan kereta api. Sebagian besar dipasok ke Tangerang dan Jakarta.
"Kami setiap mengangkut kelapa ke Jakarta dua sampai tiga truk," kata Sumedi, seorang petani warga Malingping Kabupaten Lebak, Selasa (25/12).
Sumedi memasok kelapa ke luar daerah, selain milik kebun sendiri, juga menampung dari petani. Komoditas kelapa di Lebak belum pernah mengalami kehabisan. "Saya kira penampung juga mendapatkan kelapa dari petani," katanya.
Sumedi mengatakan, selama ini permintaan kelapa di pasaran cukup tinggi karena memiliki keunggulan dibanding kelapa dari Pulau Sumatera.
Kelebihan kelapa Kabupaten Lebak, selain memiliki kadar minyak cukup tinggi, juga tidak mengeluarkan air dalam jumlah banyak dan buahnya tebal.
Kelapa asal Lebak ini sangat cocok untuk bahan makanan campuran, seperti aneka kuliner dan sayuran. Banyak pabrik makanan biskuit maupun roti di Tangerang menggunakan campuran kelapa dari Lebak.
"Kami setiap hari menjual kelapa dengan omzet hingga puluhan juta rupiah," kata Sumendi.
Sukri, petani Kecamatan Wanasalam Kabupaten Lebak, mengaku dirinya memiliki perkebunan kelapa seluas tiga hektar dan hampir setiap hari menjual ke penampung.
"Kami bisa menyekolahkan anak-anak hingga perguruan tinggi dari hasil penjualan kelapa," kata Sukri
Sementara itu, H Sopyan, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Lebak, mengatakan, saat ini jumlah perkebunan kelapa milik masyarakat tercatat 23.136 hektar yang tersebar di 28 kecamatan.
Petani mengembangkan budi daya kelapa sejak turun temurun, karena bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi. "Saya kira usaha budidaya kelapa dalam sebagai andalan petani untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga," kata Sopyan.
Durian
Sementara itu, buah durian Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, selama sepekan terakhir juga membanjiri Kota Rangkasbitung.
"Kami mendatangkan buah durian dari petani Baduy karena permintaan pasar relatif tinggi," kata Bayu, seorang pedagang Rangkasbitung, baru-baru ini.