Minggu, 12 April 2026

Gambar Porno Membuat Otak Tidak Bekerja

Menonton film porno bagi sebagian orang disebut sebagai hiburan semata.

|

Palmerah, Wartakotalive.com

Menonton film porno bagi sebagian orang disebut sebagai hiburan semata. Bisa jadi, sebab sebuah penelitian memperoleh hasil bahwa tayangan film biru itu sama sekali "tidak nyangkut" di otak, dan sekadar lewat di pusat ingatan jangka pendek (short-term memory).

Penelitian ini merupakan kegiatan ilmiah pertama yang mempelajari pengaruh gambar porno dalam proses kerja sistem memori di otak. Otak memiliki bagian yang bertugas menyimpan informasi saat otak sedang menyelesaikan tugas. Bagian ini sangat penting untuk memahami, menimbang-nimbang, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan.

Menurut Live Science, para peneliti dari Jerman melakukan wawancara dengan 28 responden, semua pria dan memiliki orientasi seksual normal (heteroseksual), dan rata-rata berusia 26 tahun. Mereka diminta melihat sejumlah gambar di komputer, beberapa ada gambar seks yang vulgar dan sisanya tidak berkaitan dengan seks sama sekali. Gambar yang tidak porno seperti gambar orang tertawa, berolah raga, atau menenteng senjata.

Saat setiap partisipan melihat gambar-gambar itu, mereka diminta menyentuh tombol "ya" atau "tidak" untuk menyebutkan bahwa gambar yang sedang dilihat itu sudah pernah dipertunjukkan dalam 4 slide sebelumnya.

Ternyata, para partisipan banyak melakukan kesalahan saat mereka melihat gambar porno, dibandingkan saat melihat gambar yang tidak vulgar. ereka hanya menjawab benar 67 persen saat melihat gambar porno. Padahal tingkat kebenaran mereka bisa mencapai 80 persen saat melihat gambar non-seksual.

Ingatan mereka terhadap gambar porno sangat buruk, meski pun gambar itu membangkitkan gairah seksual mereka sampai-sampai mereka ingin bermartubasi saat itu juga.

"Gairah seksual mengganggu kerja otak, sebuah aspek penting dalam memahami fungsi operasional otak," kata penulis penelitian ini, Christian Laier, mahasiswa tingkat master dari psikolog Matthias Brand di University of Duisburg-Essen, Jerman. Penelitian ini dipblikasi di Journal of Sex Research edisi November.

Temuan ini, katanya, dapat membantu psikolog memahami bahwa kecanduan pornografi di internet membuat seseorang lupa tidur, tidak menepati janji, mengindari tanggung-jawab, dan mengabaikan hubungan sosial. av

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved