JELAJAH MUSEUM
Mesin Cetak Lawas Warnai Koleksi Museum Penerangan
DI Museum Penerangan, Komplek Taman Mini Indonesia Indah, kita juga bisa menyaksikan berbagai macam koleksi mesin cetak yang berusia tua dan tentunya memiliki sejarah bagi perkembangan dunia penerangan di Indonesia.
DI Museum Penerangan, Komplek Taman Mini Indonesia Indah, kita juga bisa menyaksikan berbagai macam koleksi mesin cetak yang berusia tua dan tentunya memiliki sejarah bagi perkembangan dunia penerangan di Indonesia. Koleksi-koleksi ini menempati ruangan di lantai satu bangunan museum.
Salah satunya adalah yang dinamakan mesin cetak tinggi. Mesin ini, pada masa perjuangan, mempunyai andil besar dalam mencetak beberapa dokumen Negara Republik Indonesia, poster-poster penggalangan persatuan, Oeang Republik Indonesia (ORI) dan pidato-pidato Preseiden Republik Indonesia yang disebarluaskan ke masyarakat. Mesin ini memiliki kemampuan cetak sampai 1.500 eksemplar per jam. Mesin cetak buatan Jerman barat ini mulai digunakan Percetakan Negara Republik Indonesia pada tahun 1945.
Di ruangan sama, terdapat sebuah mesin berukuran cukup besar, dinamakan mesin Opmak.. mesin ini merupakan tempat untuk menyusun tata letak halaman-halaman suatu naskah, antara lain pernah digunakan menyusun pengumuman-pengumuman proklamasi kemerdekaan dan lembaran negara Republik Indonesia. Mesin ini mulau digunakan oleh Percetakan Negara RI pada 1945.
Kemudian ada sebuah mesin cetak yang dipergunakan untuk mencoba naskah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, Lembaran Negara Republik Indonesia dan poster-poster yang berhubungan dengan perjuangan kemerdekaan bangsa. Mesin ini merupakan alat coba naskah yang sudah di set untuk kepentingan koreksi.
Selanjutnya, ada sebuah mesin yang berfungsi untuk menyusun naskah-naskah yang akan dicetak. Mesin ini, dinamakan sebagai mesin setting dan pernah digunakan untuk berbagai keperluan cetak dokumen-dokumen penting negara. Adapula sebuah mesin cetak khusus merk Kuco dari Belanda dengan tanggal pembuatan tahun 1953. Mesin cetak ini berfungsi mencetak huruf jawa, bugis, batak dan arab.
Selain yang terdapat di dalam ruangan ini, ada pula koleksi mesin cetak yang dipajang di bagian luar atau di halaman bangunan Museum Penerangan. Mesin cetak tersebut disebut dengan mesin cetak tiga zaman, dikarenakan mesin cetak tersebut digunakan dari tahun 1928-1952, sejak zaman pendudukan Belanda, Jepang sampai pada masa kemerdekaan.