Sosok Muda
Callista Wijaya, Melayari Samudera Hidup, Layar Selalu Terkembang
Pantas saja jika lajang kelahiran 7 November 1985 ini memiliki bentuk wajah yang berbeda dengan perempuan pribumi pada umumnya. Tapi ia mengaku, hatinya tetap Indonesia.
SEBUAH siang di awal Desember, awan hitam masih menggayut di langit. Cuaca memang sedang tidak menentu, kadang panas dan tiba-tiba hujan. Callista Wijaya (27), keluar dari pintu rumahnya di daerah Mangga Besar, dengan balutan dress perpaduan tiga warna yang indah, putih, hitam dan coklat. Dia tersenyum, manis. Kesan pertama yang didapat dari perempuan berkulit cerah ini adalah keramahan.
Callista, setiap memulai atau mengakhiri percakapan, ia pasti menawarkan senyumnya. Ia memilki wajah yang khas, turunan dari sang mamah yang etnis Tionghua dan ayahnya masih berdarah Belanda. Pantas saja jika lajang kelahiran 7 November 1985 ini memiliki bentuk wajah yang berbeda dengan perempuan pribumi pada umumnya. Tapi ia mengaku, hatinya tetap Indonesia.
Sisi menarik perempuan ini tidak hanya dari wajah cantik dan bentuk tubuh yang ‘artistik’, melainkan adalah bentuk payudara yang indah beserta ukurannya yang 'luar biasa'. Ya, selama ini Callista, semenjak membintangi iklan produk pompa air Simizhu, menjadi terkenal dengan keindahan bentuk dadanya. “Ini adalah aset berharga saya,” kata dia. “Saya sangat bersyukur memiliki ukuran payudara yang besar dan alami."
Ibarat pelangi yang muncul di atas permukaan air, Callista menjadi pemandangan yang menarik bagi indra penglihatan. Bukan hanya kaum Adam saja yang meluncurkan pandangan ke bagian dada Callista, anugerah yang dimiliki pelantun 'Dokter Galau' bersama group Duo De Bebs ini juga kerap membuat iri para perempuan lain. Bahkan, Callista mengaku, ia punya banyak pengalaman unik, seru bahkan menyedihkan terkait kepemilikan dada yang membusung kencang.
"Saya sudah montok seperti ini sejak usia pertumbuhan, saat di bangku SMP. Tentu sampai sejauh ini saya punya pengalaman-pengalaman yang terkait dengan 'resiko' saya memiliki ukuran dada yang mungkin sedikit berbeda dengan wanita-wanita lain. Saat kuliah misalnya. Ketika berangkat atau pulang kuliah, di angkutan umum, saya selalu jadi pusat perhatian penumpang laki-laki. Apalagi saat berdesakan, banyak yang ingin memanfaatkannya untuk menyentuk dada saya, dari yang mendekatkan siku sampai yang menempel-nempelkan badannya," kisah lajang yang menggemari pemain bola Cristiano Ronaldo ini.
Callista memang enak diajak mengobrol, akrab. Senyum dan tawanya, kian menegaskan bahwa dia adalah sosok periang. Menurut Callista, pembawaan ceria merupakan salah satu efek dari seringnya ia berolahraga, baik ngedance, aerobik maupun berenang. Berolahraga juga salah satu upaya anak kedua dari tiga bersaudara ini untuk menjaga kebugaraan serta bentuk tubuhnya.
"Memiliki tubuh yang seksi atau indah merupakan anugerah bagi seorang wanita. Maka, saya selalu berusaha untuk tetap menjaganya. Selain olahraga, saya juga suka pergi ke rumah kecantikan untuk merawat tubuh saya. Ini menurut saya penting karena saya kan sering tampil di depan banyak orang, baik itu menyanyi, membintangi iklan atau menjadi presenter," kata dia.
Antara Outside dan Inside
Jadi sebenarnya seksi itu tidak bisa dilihat dari sisi luar seseorang, tiba-tiba Callista menceletuk seperti itu. Ia kemudian memberikan penjelasan yang menyerempet tentang cinta, dimana menurutnya, cinta itu sebaiknya jangan didasari oleh pandangan visual semata, "misalnya orang melihat bentuk tubuh, keseksian."
Harus dilihat outside maupun inside, Callista menegaskan. Kata Callista, banyak orang yang sering terjebak dalam hal ini, dimana seseorang, baik laki-laki maupun perempuan terjebak dengan cinta terhadap hal-hal yang sifatnya outside. Misalkan, ketika tujuan seseorang mencintai atau menikah hanya karena melihat kesempurnaan fisik seseorang dan akhirnya orang itu terluka karena sebelumnya ia tidak tahu atau tidak mau mau mengenai hati orang yang dicintainya. "Banyak kan kasus wanita yang mau menjadi istri orang kaya atau pejabat malah akhirnya kecewa," Callista mencontohkan.
Lantas apa yang dilihat Callista ketika mencintai seorang pria? Gadis cantik ini hanya tersenyum lantas mengatakan bahwa saat ini dirinya sedang dekat dengan seorang lelaki.
Melayari Samudera Hidup, Layar Selalu Terkembang
Setiap manusia pasti memiliki sense of art di dalam jiwanya. Begitu juga dengan Callista. Sejak masih kecil, kecintaannya terhadap dunia seni sudah tumbuh. Tapi yang mengejutkan, dulu, pemilik tinggi badan 160 ini, cenderung lebih menyukai sastra. "Saat masih di sekolah dasar dan SMP, saya sering mengikuti lomba baca puisi dan memenangkan lomba tersebut," kata dia.
Hidup memang tidak semulus jalan perkiraan. Kadang terjal, kadang bisa juga mengancam. Begitu juga yang dialami Callista. Dari semenjak remaja, dia mencoba untuk hidup mandiri, mengerjakan semuanya sendiri. Bahkan, ia sudah menjadi tulang punggung keluarga ketika berusia muda. Inilah semangat yang patut ditiru dari sosok Callista. “Segala bidang kehidupan pun saya selalu berusaha belajar untuk bisa melakukannya. Pikiran saya waktu itu, bagaimana caranya agar saya bisa maju. Segala apapun yang saya kerjakan dan hadapi, saya berusaha untuk melakukannya dengan sungguh-sungguh dengan harapan bisa dapat hasil yang sempurna,” ujarnya.
Seiring berjalannya waktu, Callista mulai membuka diri terhadap hal-hal baru. Ia banyak belajar banyak hal, untuk membuka dan mengembangkan potensi yang ada di dalam dirinya. Keinginannya masuk ke dunia entertainment, semakin mencuat ketika dia menempuh studi jurusan Public Relation di Universitas Inter Study Jakarta. Berbekal prestasi akademik yang bagus dan bakat yang ada pada dirinya, pemilik mata indah ini mencoba peruntungan dengan mengikuti casting-casting.
"Awalnya tahun 2005 main sinetron Hidayah, kemudian sinetron Malin Kundang dan lain-lain termasuk film berjudul 'I Love u Om'. Sesudah itu mulai membintangi iklan-iklan seperti Shimizu, Top 1 Oil dan lain-lain," jelas Callista dengan aksen bicara yang unik. Ia mengaku, memiliki jenis suara yang serak dan tinggi, ngerock.
Ketenaran seorang Callista saat itu, berimbas pada banyaknya tawaran job yang datang kepada dirinya. Termasuk tawaran untuk bernyanyi. Keputusan masuk ke dunia tarik suara, bukan semata Callista ingin memanfaatkan ketenarannya sebagai pemain sinetron atau bintang iklan atau bukan karena ia memiliki tubuh yang seksi. "Saya menyanyi karena saya merasa memiliki kemampuan untuk itu," kata dia. Kemudian lahirlah single pertama berjudul ' Hati Yang Luka' pada 2011.
Pada awal 2012, Callista memutuskan untuk berduet dengan Icha, membentuk group duo bernama De Bebs, dengan single berjudul ‘Dokter Galau’. “Sekarang masih sibuk promo single ‘Dokter Galau’, manggung di beberapa tempat,” kata Callista. Sebagai seorang entertaint, bentuk kebanggaan bukan hanya menghasilkan karya saja, namun, kata Callista, karya tersebut juga bisa diterima oleh masyarakat luas. “Itulah hal yang menurut saya paling mengesankan sebagai seorang entertaint, yakni karya kita bisa diterima masyarakat. Kalau denger ada yang bilang ‘mbak lagunya bagus’, itu jadi kesenangan tersendiri buat saya,” jelasnya.
Cita-cita menjadi diva
Callista sejauh ini bersyukur atas segala pencapaianya dalam perjalan kariernya sebagai seorang yang banyak menghabiskan waktu di dunia entertainment. Tuhan itu Mahabaik, kata dia. Kendati demikian, sebagai manusia, tentu dia juga ingin meraih pencapaian yang lebih tinggi lagi. Dia ingin menjadi seorang diva musik Indonesia.
"Semua orang punya cita-cita itu wajar. Menjadi seorang diva, itu impian saya. Tapi saya juga nggak terlalu muluk-muluk dan memaksakan diri. Menjadi diva kan tidak mudah. Yang pasti, saya akan jalani dulu apa yang ada sekarang. Intinya, berusaha dan menyajikan yang terbaik yang saya miliki. Nanti, biar masyarakat yang menilainya. Apalagi, sekarang saya kan juga sudah punya julukan, Calista si Goyang Setrum." Ha?
Goyangan macam apa lagi itu? "Ini sebenarnya sebutan dari masyarakat, terkait dengan goyangan saya saat manggung. Saya kan terbiasa ngedance jadi saya punya goyangan khusus yang jadi ciri khas saya, yaitu gerakan yang saya lakukan dengan cepat dan seluruh badan saya bergetar, khususnya bagian pinggul. Ya itu, yang mereka katakan goyangan setrum."
Calista menolak jika 'goyang setrum' yang melekat pada dirinya hanya karena ia latah atau ingin mengikuti para penyanyi dangdut sebelumnya yang kondang karena memiliki gaya goyangan sendiri-sendiri, seperti misalnya goyang ngebor, goyang gergaji dan sebagainya.
"Sebenarnya goyangan apapun, itu bagus. Tapi saya bukannya ingin meniru. Julukan itu kan murni dari masyarakat. Tapi saya juga mensyukuri, karena itu bisa menjadi ciri khas untuk saya. Saat ini, nama Calllista kan banyak. Dan dengan adanya julukan 'goyang setrum', itu bisa menjadi ciri khas untuk saya," terangnya.
Rencana membuka bisnis
Meskipun masih berusia muda, status menjadi wanita karir pantas disematkan kepada sosok Callista Wijaya. Wanita berkulit putih tersebut sejak beberapa tahun lalu selalu disibukkan dalam berbagai pekerjaan, diantaranya sebagai penyanyi, presenter, bintang iklan dan aktifitas lain yang tentu saja banyak menyita waktu dan tenaganya.
Belum puas dengan berbagai kesibukan tersebut, kini presenter di sebuah program olahraga salah satu stasiun televisi swasta ini, sudah ancang-ancang untuk membuka usaha rumah kecantikan, di kediamannya, daerah Mangga Besar, Jakarta Barat. Lalu kapan lajang kelahiran 7 November 1985 akan memulai usaha barunya ini?
Callista tersenyum segaris mendapat pertanyaan itu. “Mudah-mudahan awal tahun sudah mulai buka. Sebenarnya ini sudah aku persiapkan sejak lama. Cuma, ini kelamaan hunting lokasi, lalu renovasi tempat dan belanja alat,” ujarnya. Menurut Callista, membangun sebuah bisnis tidak boleh dilakukan dengan terburu-buru, harus ada kesabaran dalam menjalani proses-prosesnya. “Kalau aku sih orangnya nggak terburu-buru ya. Tetep diplanning dengan baik. Pengalaman orang-orang, kalau membuka usaha dengan terburu-buru, maka hasilnya tidak bagus,” kata dia.
Keputusan untuk terjun di dunia bisnis, dijelaskan wanita yang hobi berenang ini, dilakukan dirinya sebagai upaya berinvestasi jangka panjang. “Kalau di dunia entertainment ada timing-nya. Kalau membuka usaha sendiri kita punya kepuasan, buat invesntasi masa depan. Kalau pekerjaan di dunia entertainment sudah sepi, kita bisa fokus usaha. Apa salahnya mencoba, kalau nggak dicoba kita kan nggak tahu akan sukses atau tidak,” terang Callista sebelum dia melakukan sesi pemotretan bersama Wartakotalive.
Nama: Callista Wijaya
Umur: 27 tahun
T/B: 160 cm/45 Kg
Ukuran dada: 36 C
Tanggal/lahir: 7 November 1985
Hobi: Berenang, Dance, Menyanyi, Travelling, Beauty
Sinetron: Hidayah, Malin Kundang, BCL
Film: I Love U Om
Iklan: Top 1 Oil, Adem Sari, Shimizu, Asiafone dll
Host: Barclay Premier League Global TV
Musik: 1st Single ‘Hati Yang Luka’ dan 2nd Single ‘Dokter Galau’ bersama De Bebs