JELAJAH MUSEUM
Menikmati Karya Basoeki Abdullah yang Mendunia
Di museum ini, pengunjung tidak boleh memotret dari jarak dekat karena dapat merusak kuailtas lukisan.
KETIKA memasuki lantai dua Museum Basoeki Abdullah, pengunjung akan menjumpai beberapa ruangan dengan berbagai tema. Ruang paling kiri, menampilkan lukisan-lukisan karya Basoeki Abdullah dengan tema potret. Beberapa lukisan tokoh dunia karya sang maestro juga terpajang di sini. Misalnya lukisan Lee Kwan Yew yang dikenal sebagai bapaknya Singapura dan lukisan raja Fadh.
Keberadaan lukisan para tokoh dunia itu memberi bukti bahwa Basoeki Abdullah dikenal oleh banyak pemimpin negara di beberapa benua. Memang, semasa hidupnya, tokoh ini kerap menerima undangan para petinggi di banyak begara untuk menjadi pelukis istana.
Selain lukisan tokoh luar, di ruangan itu juga secara khusus dipajang sejumlah lukisan tokoh nasional, seperti R.A Kartini dan lukisan Sultan Hamengku Buwono IX beserta istri.
Ketika berkunjung ke museum ini. Pengunjung perlu tahu bahwa tidak diperkenankan untuk mengambil gambar atau memotret lukisan dari jarak dekat. Tapi bukan berarti pengunjung tidak boleh mengabadikannya. Boleh saja, asalkan dari jarak jauh.
Menurut Eka Yulianty, pemandu museum, aturan ini semata-mata bertujuan untuk menjaga kualitas lukisan. “Media lukisan ini sudah berusia lama. Jadi nanti takut merusak lukisan, apalagi jika difoto menggunaan flash,” kata Eka.
“Sebenarnya larangan untuk memotret ini juga dilakukan untuk mencegah terjadinya peniruan lukisan. Seperti kita tahu, jaman sekarang kan banyak sekali lukisan palsu yang beredar, yang diakui karya para pelukis terkenal, termasuk Pak Basoeki,” Eka menambahkan.
Beranjak ke ruangan lain, yakni ruangan tengah di lantai dua Museum Basoeki Abdullah, pengunjung dapat menyaksikan beberapa lukisan dengan tema pemandangan alam dan tema-tema menarik lainnya. Beberapa karya terkenal nampak di sini, termasuk sebuah lukisan yang goresan pertamanya dilakukan oleh Ibu Tien Soeharto, istri mendiang mantan presiden Soeharto. Lukisan ini, merupakan lukisan terakhir yang dibuat Basoeki Abdullah.
Di ruang lainnya, beberapa karya lukis bernilai seni tinggi bisa dijumpai. Ada dua lukisan yang menggambarkan keadaan gurun pasir, lukisan ini cukup unik. Selain itu, lukisan berupa simbol-simbol Pancasila juga terdapat pada ruangan ini. Masih di ruangan yang sama, terdapat lukisan kedua yang dilukis oleh Basoeki Abdullah, setelah lukisan pertamanya berjudul Mahatma Gandhi. Lukisan ini juga dibuat Basoeki Abdullah ketika usianya masih muda, berjudul setangkai bunga dan daunnya.
Beberapa gaya lukisan lain, di ruang itu, mengarah pada aliran impresionisme dan abstrak.
Meski saat ini Museum Basoeki Abdullah memiliki 123 koleksi lukisan yang terdiri dari 112 buah lukisan asli dan 11 buah lukisan reproduksi, ternyata tidak semuanya bisa dipamerkan di ruang pamer lantai dua. Menurut Eka, itu dilakukan karena masalah keterbatasan ruang.