Kamis, 9 April 2026

Haji

Over Kapasitas, 1-2 Truk Barang Bawaan Haji Tidak Terangkut

Rata-rata 1-2 truk barang jamaah yang tidak terangkut di Terminal Haji Sayap Timur Bandara King Abdul Azis Jeddah karena melebihi batas yang diizinkan maskapai penerbangan Saudia.

|

Jeddah, Wartakotalive.com

Rata-rata 1-2 truk barang jamaah yang tidak terangkut di Terminal Haji Sayap Timur Bandara King Abdul Azis Jeddah karena melebihi batas yang diizinkan maskapai penerbangan Saudia.

Ketua Sektor 1 Daker Jeddah yang melayani sayap timur Terminal Haji Zamrori di Jeddah, Sabtu 910/11/2012), mengatakan meski sosialisasi gencar dilakukan tetapi tetap saja masih terdapat 1-2 truk barang jamaah yang tidak terangkut.

Truk yang dimaksud adalah truk pengangkut koper beroda empat di bandara. Barang-barang yang tidak terangkut di antaranya penanak nasi listrik, piring, cangkir keperluan jamaah selama di tanah suci, kain dan pakaian, sajadah, mainan, juga paket oleh-oleh yang sudah dituliskan nama penerima untuk sanak saudara.

Meski sudah sering diingatkan, jamaah acap lupa koper dan tasnya sudah penuh saat berbelanja karena yang diingat hanya keluarga atau tetangga yang belum mendapat buah tangan.

"Jika melihat mainan dan paket oleh-oleh itu kadang hati trenyuh juga karena tidak terangkut, tetapi peraturan penerbangan internasional melarang penumpang membawa barang berlebihan," kata Zamrori.

Sebelumnya, sudah diimbau agar jamaah hanya diizinkan membawa barang dalam satu koper dan satu tas jinjing yang disediakan Kemenag RI. Koper dan tas jinjing itu bewarna cokelat untuk penumpang Saudia dan oranye untuk Garuda.

Petugas pelayanan haji di bandara kembali mengingatkan agar jamaah menyimpan barang penting dalam tas jinjingnya, seperti paspor, tiket, ATM, dan surat-surat penting lainnya. Tas di luar tas jinjing pembagian akan diambil petugas penerbangan.

Terkadang petugas penerbangan masih mengizinkan beberapa jamaah yang membawa oleh-oleh untuk anaknya, seperti boneka atau mobil-mobilan dengan syarat tidak dimasukkan dalam tas.

Barang tak terangkut atau biasa disebut petugas sebagai barang tercecer itu diserahkan kepada perusahaan yang ditunjuk untuk mengelola itu dengan berita acara.

Permasalahan lain yang dihadapi Sektor 1 adalah bus jamaah yang belum saatnya tiba di Bandara. "Bus itu tidak ke hotel transit tetapi dari Makkah langsung ke bandara," kata Zamrori.

Bus harus didorong kembali ke hotel transit karena belum saatnya jamaah pulang ke tanah air. Sektor 1 harus mengeluarkan surat perjalanan agar Askar Saudi yang bertugas di titik pemeriksaan mengijinkan bus keluar bandara dengan mengangkut jamaah.

"Permasalahan yang lebih pelik jika bus berhenti jauh dari pintu keberangkatan dan menurunkan penumpang yang belum saatnya pulang ke tanah air," kata Zamrori sementara bus sudah meninggalkan bandara kembali ke posnya.

Zamrori terpaksa menghubungi petugas Naqaba (konsorsium perusahaan bus Saudi) untuk memesan bus lain untuk mengangkut jamaah ke hotel transit.

Terlepas dari itu semua pelaksanaan pemulangan jamaah melalui terminal timur bandara berjalan lancar, kata Zamrori. Rata-rata 4-6 kelompok terbang lepas landas dari terminal ini.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved