Gurihnya Nasi Kebab Turki
Tak ada salahnya saat melintas di Kota Depok, kita mampir ke restoran yang menyediakan menu masakan asli Turki.
Depok, Wartakotalive.com
Tak ada salahnya saat melintas di Kota Depok, kita mampir ke restoran yang menyediakan menu masakan asli Turki. Di mana lokasi persisnya? Nama restoranya Ottoman Turkish Restaurant. Letaknya di Jalan KH M Yusuf No 54-D, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat.
Masuk ke restoran, pintunya berupa kaca yang berbingkai kayu dan tembok ruangan didominasi kuning gelap dan abu-abu. Ruangan terasa sejuk oleh pendingin udara. Di ruangan juga terdapat beberapa peralatan shisha yang terpajang di meja kasir. Ada juga lukisan kaligrafi serta gambar sebuah daerah di Turki.
Saya langsung disambut dengan hangat oleh Huseyin Sefa Hisim (24), pemilik Ottoman Turkish Restaurant, itu.
Huseyin lantas menyodorkan buku menu. "Di sini kami menyediakan menu makanan dari Turki. Hampir 90 persen makanan Turki, sisanya makanan internasional, seperti steak dan lamb chop," tutur pria asli Turki di restoran miliknya di Depok, Rabu (17/10).
Sebagai pembuka, Huseyin menawarkan saya minuman khas Turki bernama Turkish Tea. Tak hanya namanya, cara penyajiannya pun ternyata berbeda. Seorang pelayan membawa Turkish Tea dengan menggunakan wadah seperti nampan bundar warna emas. Pada tiga sisi nampan terdapat sebuah besi melintang ke atas sebagai pegangan untuk membawanya.
Gelas yang digunakannya pun tak sembarangan bentuknya. Gelas yang berbentuk seperti angka delapan dengan tinggi sedikit lebih panjang dari jari telunjuk orang dewasa, berisi teh berawarna cokelat tua.
Rasanya sedikit berbeda dengan teh yang umum di Indonesia. "Ini teh langsung dari Turki, rasanya lebih pahit dari teh yang ada di Indonesia. Tapi untuk memberikan rasa manis bisa ditambah dengan gula pasir," papar Huseyin.
Lantaran tak mengerti makanan apa saja yang berasal dari Turki, Huseyin menawarkan saya menu Adana Kebab yang menjadi favorit para pelanggannya. Ingin menghilangkan penasaran, saya pun mengiyakan apa yang disarankan pria kelahiran Beyoglu, Istanbul, 19 Agustus 1988, ini.
Dengan proses yang memakan waktu sekitar 10 menit, makanan yang dibuat langsung oleh Huseyin ini tiba di hadapan saya. Satu porsi nasi berbentuk setengah lingkaran berwarna kuning muda, dengan daging kambing cincang berbentuk panjang sekitar 30 sentimeter yang diletakkan di atas roti tipis seperti roti cane. Ada juga tambah lain berupa daun selada, irisan tomat, dan bawang bombay sebagai pelengkap rasa Adana Kebab.
Sekilas, nasi yang dihidangkan seperti nasi hainan yang biasa disajikan untuk menemani menyantap bebek panggang. "Beda, nasi buatan saya ini dimasak dengan butter dan olive oil. Rasanya juga jadi lebih gurih. Bentuk daging cincangnya dihasilkan dengan menggunakan alat seperti pedang yang ditempelkan daging, lalu dipanggang dan dihidangkan," ujar Huseyin.
***
Jika perut Anda masih terasa sedikit kenyang, Anda bisa mencicipi Findik Lahmacun, yaitu makanan berbentuk pizza. Dalam satu porsi Findik Lahmacun berisi dua buah roti tipis mirip pizza dengan toping daging cincang dan irisan tomat.
Findik Lahmacun menggunakan ramuan bumbu khas Turki yang menurut Huseyin langsung dipesannya dari Turki. "Ada bumbu yang memang tidak ada di Indonesia, hanya ada di Turki. Itu bumbu rahasia khas Ottoman," katanya yang enggan menjelaskan apa saja bumbu yang dimaksud.
Dengan tambahan bumbu rahasia ini, Findik Lahmancun memberikan rasa yang lagi-lagi berbeda dengan makanan lainnya terutama yang berhubungan dengan pizza. Ketebalan roti yang menopang daging cincang dan irisan tomat ini pun cukup membuat perut Anda kenyang.
Berbagai jenis minuman seperti jus atau minuman ringan lainnya hadir di Ottoman Turkish Restaurant. Akan tetapi, jika Anda merasa tidak puas dengan sajian makanan Turki, Anda bisa mengalihkan pandangan ke daftar minuman yang diberi nama Ayran. "Ayran itu yogurt dari susu sapi yang sudah di fermentasi, lalu diblender, dan disajikan menggunakan cawan berbahan tembaga. Di bagian atas ada busanya. Ini adalah minuman khas Turki, biasanya kami meminumnya saat siang dan sore hari," ujar Huseyin.
Tak hanya untuk menghilangkan dahaga, Ayran juga dikatakan Huseyin mampu berkhasiat untuk Anda yang bermasalah dengan metabolisme tubuh, yaitu sulit buang air besar.
Cawan yang disajikan oleh Ottoman Turkish Restaurant sebagai wadah Ayran, membuat bibir saya mendekat ke bibir cawan dan menyeruput minuman berwarna putih alami dari susu sapi ini.
Sesuai namanya, minuman dari hasil fermentasi ini tentu terasa asam layaknya susu basi. Bagi Anda yang suka meminum yogurt, maka rasa asam tak akan asing di lidah, begitu juga di lidah saya. "Banyak dari orang Turki yang datang ke sini dan mereka suka sekali dengan Ayran karena memang minuman khas Turki," ujar Huseyin.
Harga yang ditawarkan restoran yang berdiri sejak 1,5 tahun lalu ini berkisar Rp 10.000-Rp 150.000. Khusus makanan utama, seperti kebab dan lainnya, Ottoman menyediakan menu dengan harga Rp 57.500, misalnya Ottoman Kuzu Sis Kebab.
Jam buka restoran dimulai pada pukul 11.00 - 21.00 untuk hari Minggu - Kamis. Sedangkan pada akhir pekan, Jumat dan Sabtu, Ottoman Turkish Restaurant membuka lebih panjang, dari pukul 11.00 - 22.00. (vin)