Kamis, 9 April 2026

JELAJAH MUSEUM

Gambang Kromong, Yang Tenar dari Tanah Betawi

Masih di ruang pamer koleksi etnografi suku Betawi Museum Sejarah Jakarta, kita akan menyaksikan seperangkat alat musik yang dipamerkan di dalam lemari kaca.

Tamansari, Wartakotalive.com

Masih di ruang pamer koleksi etnografi suku Betawi Museum Sejarah Jakarta, kita akan menyaksikan seperangkat alat musik yang dipamerkan di dalam lemari kaca. Seperangkat alat musik yang sangat kental dengan unsur Betawi itu bernama Gambang Kromong.

Gambang Kromong di masa lalu menjadi seni musik paling tenar di Jakarta. Terdiri dari kolaborasi antara unsur-unsur pribumi Betawi dengan unsur Tionghua.

Unsur kesenian China pada kesenian ini dapat terlihat dari instrumen musik yang digunakan seperti alat musik gesek bernama Kongahyan, Tehyan dan Sukong. Sementara instrumen musik Betawi pada Gambang Kromong antara lain gambang, kromong, kemor, kecrek, gendang, kempul dan gong.

Kesenian Gambrang Kromong berkembang pada abad ke-18, khususnya di sekitar Tangerang. Bermula dari sekelompok group musik yang dimainkan oleh beberapa pekerja pribumi di perkebunan milik Nie Hu Kong yang berkolaborasi dengan dua wanita perantauan Cina yang baru tiba dengan membawa Tehyan dan Kongahyan.

Gambang Kromong merupakan musik Betawi yang paling merata dari sisi penyebarannya., baik di wilayah DKI Jakarta sendiri maupun di wilayah sekitarnya yang masih tergabung dalam rumpun Betawi.  Lebih banyak penduduk Tionghua dalam masyarakat Betawi setempat, maka lebih banyak pula terdapat group orkes Gambang Kromong.

Misalkan saja di Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Di kedua daerah ini lebih banyak group orkes Gambang Kromong jika dibandingkan dengan Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Lagu Gambang Kromong muatan lokal yang masih kental unsur klasiknya bisa didengarkan lewat lagu Jali-Jali Bung Siantan, Cente Manis dan Renggong Buyut. Pada 1970-an, Gambang Kromong sempat terdongkrak lewat sentuhan kreatifitas "Panjak" Betawi legendaris Si Macan Kemayoran almarhum H Benyamin Suaeb bin Jiung.

Selain Gambang Kromong, tentu saja masih ada beberapa Musik Betawi yang lain yang juga tak kalah kondangnya, seperti Tanjidor, Keroncong Tugu, Orkes Gambus, Rebana dan Orkes Samrah.

Uniknya, dari semua jenis seni musik itu, semuanya adalah hasil kolaborasi dengan daerah yang lain. Seperti Gambang Kromong, yang telah kita bahas di atas, yakni hasil perpaduan lokal dan China.

Rebana juga berasal dari alat musik Arab, Keroncong berasal dari Portugis dan Tanjidor dengan alat musik yang terdiri dari trombon, terompet, klarinet, dram dan bedug, hanya bedug saja yang merupakan unsur lokal. Selebihnya: alat musik eropa.

Jangan kemane-mane, ikuti terus jejak kite di Jelajah Museum Wartakotalive.

FERYANTO HADI/REN

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved