Minggu, 12 April 2026

JELAJAH MUSEUM

Ragam Kain Tradisional, Lambang Kekayaan Indonesia

Fungsi dan arti kain bagi masyarakat sangat berkaitan dengan sesuatu yang khas dengan adat istiadat, kepercayaan dan kebiasaan masyarakat tertentu. Kain juga mempunyai nilai yang berarti bagi masyarakat pendukungnya.

|

Gambir, Wartakotalive.com

Pada jaman dulu, setiap ibu sadar menyediakan sehelai kain merupakan bekal bagi anak yang dilahirkannya. Bagi anak perempuan, kain menjadi bekal dalam kehidupan rumah tangganya, sedangkan bagi laki-laki, kain merupakan mas kawin yang akan diberikan kepada calon istri, dan bagi orang tua, kain menjadi penutup jenazah atau bekal kubur pada saat meninggal.

Fungsi dan arti kain bagi masyarakat sangat berkaitan dengan sesuatu yang khas dengan adat istiadat, kepercayaan dan kebiasaan masyarakat tertentu. Kain juga mempunyai nilai yang berarti bagi masyarakat pendukungnya.

Hal ini bisa kita lihat dari motif dan hiasan pada kain yang berasal dari masing-masing daerah di Indonesia. Biasanya, motif-motif kain tradisional diambil dari lingkungan alam sekitarnya. Namun, motif tersebut sangat dipengaruhi oleh kepercayaan maupun sejarah perkembangan masyarakatnya.

Seiring perkembangan jaman, masuknya bangsa-bangsa barat ke Indonesia, tentu saja menyebabkan terjadinya pergeseran budaya maupun adanya kebudayaan baru yang masuk. Termasuk dengan kain tradisional yang lebih dulu ada, tentu saja juga ikut terpengaruhi, terutama bisa kita lihat dari motif maupun teknik pembuatannya.

Hal ini, pada akhirnya, memperlihatkan keragaman dan kekhasan masing-masing daerah. Tengok saja koleksi dari Museum Nasional, yang terpajang di Ruang Tekstil pada Gedung A museum tersebut. Di sana, ada ragam kain atau busana khas dari berbagai wilayah di Indonesia. Corak dan cara pembuatannya pun berbeda.

Tak dipungkiri, ragam kain tersebut juga dipengaruhi oleh budaya lainnya. Hal ini menghasilkan jenis kain persilangan yang kelak justru menjadi ciri khas daerah tersebut. Sebut saja, busana dengan kain sulaman khas Aceh maupun Sumatra Barat yang kental dengan pengaruh budaya China dan Eropa.

Sementara dari Lampung, motif kainnya juga dipengaruhi oeh kebudayaan dari berbagai negara, seperti China, India, Arab dan Eropa. Kain Kapal atau yang juga disebut kain Pelepal, dirasuki budaya Eropa, sedangkan kain Tapis yang mewah dan anggun dengan hiasan sulaman dan kaca-kaca terpengaruh budaya India.

Tak cuma itu, pengaruh China dalam ragam dan corak batik dapat kita jumpai di beberapa pesisir Pulau Jawa. Tengok saja batik Cirebonan atau batik Ari Lasem Jawa Tengah. Motifnya tak lepas dari pengaruh budaya China, antara lain Naga, Burung Hong, Kupu-kupu, Kelelawar, pohon bambu, dan sebagainya.

Sedangkan dari segi pewarnaan, terlihat dari batik asal Pekalongan. Batik sutera yang merupakan lambang kejayaan dan prestisius adalah batik Lok Can, yakni batik sutera berwarna kebiru-biruan. Nyatanya, batik itu populer pada masyarakat China di Malaysia dan Singapura pada abad ke-19.

Tradisi pembuatan ragam hias dan bentuk pada kain tenun Indonesia juga tersebar luas di berbagai daerah di Indonesia, terutama di daerah-daerah yang mengenal tenun ikat lungsi.

Ada berbagai jenis ragam hias tenunan yang diciptakan selain tenun ikat seperti songket, sulam, manik-manik, jumputan hingga batik. Di antara teknik penciptaan ragam hias, teknik tenun ikat adalah yang paling menonjol. Hal ini dikarenakan karena pembuatannya yang amat rumit dan lama.

Ada beberapa teknik tenun ikat di dunia, dan Indonesia sangat kaya dan tentu saja sangat beruntung karena memiliki semua jenis tenun ikat tersebut, yaitu teknik ikat lungsi, teknik ikat pakan, dan teknik ikat ganda. Teknik ikat ganda sendiri hanya dimiliki oleh tiga negara di dunia, yakni Jepang, India dan tentu saja Indonesia yang dalam hal ini berada di Bali.

Jika ingin tahu lebih banyak mengenai ragam kain tradisional di Indonesia, silahkan kunjungi Ruang Tekstil Museum Nasional, di Jalan Merdeka Barat 12, Jakarta Pusat. Di tempat itu, disajikan informasi yang luas, dan kita juga bisa melihat contoh-contoh kain atau busana khas dari tiap daerah di Indonesia.

FERYANTO HADI/REN

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved