Berita Tangerang
Anak Jalanan Ajak Duel Petugas Satpol PP Kota Tangerang
Seorang anak jalanan berinisial SB nekat melawan petugas Satpol PP Kota Tangerang. Remaja berusia 16 tahun ini diduga dalam pengaruh minuman keras.
Laporan Wartakotalive.com Andika Panduwinata
TANGERANG, WARTAKOTALIVE.COM - Seorang anak jalanan berinisial SB nekat melawan petugas Satpol PP Kota Tangerang. Remaja berusia 16 tahun ini diduga dalam pengaruh minuman keras.
Ia terus mencaci maki petugas. Bahkan SB mengajak duel aparat saat berusaha diamankan.
"Gua enggak takut, pukul aja nanti gua visum. Gua laporin semua, minta 50 juta, 100 juta kalau bisa semilyar," ujar SB kepada petugas.
• Ramalan Zodiak Selasa 9 Juli 2019 Scorpio Untung, Virgo Emosian, Gemini Hadapi Masalah Nih
• AKHIRNYA Keluarga Si Jenius Audrey Yu asal Surabaya Bantah Jokowi Tawari BPPT dan Kerja di NASA
• TERUNGKAP Meriam Bellina Awet Muda meski Sudah 54 Tahun, Perawatan Kecantikannya Bikin Ngilu
Dirinya sesumbar dan mengaku mempunyai penasihat hukum yang sewaktu-waktu dapat membelanya saat mengajukan tuntutan di Pengadilan.
"Om saya polisi dan saya punya pengacara. Pukul nih, gua visum. Gua kagak takut sama Satpol PP," ucapnya menantang aparat.
Kendati demikian, petugas yang saat mengamankannya tidak menggubris makian SB.
Mereka tetap membawanya ke Dinas Sosial Kota Tangerang untuk dilakukan pembinaan lanjutan.
Bukan hanya petugas, SB yang diketahui warga Pakuhaji, Kabupaten Tangerang tersebut sempat menyerang seorang jurnalis.
Awak media ketika itu sedang melakukan peliputan di lokasi tersebut.
"Nih lu ambil gambar gua yang jelas biar semua orang tau kalau gua kagak takut. Di belakang gua orang kuat semua" kata SB seraya menghempaskan handphone milik wartawan yang saat itu digunakan untuk mengambil gambarnya.
Kepala Bidang Trantib Satpol PP Kota Tangerang, Ghufron Falfeli menjelaskan SB diamankan di sekitaran lampu merah PLN Cikokol.
Saat itu ia diketahui tengah memaksa salah seorang pengguna jalan.
"Kami menerima laporan dari masyarakat yang resah atas keberadaan SB yang seringkali memaksa saat mengamen di sekitaran lokasi tersebut," ungkap Ghufron kepada Warta Kota, Senin (8/7/2019).
Menurutnya, aksi perlawanan yang dilakukan SB tidak menyurutkan jajarannnya untuk terus menyisir setiap lokasi yang disnyalir menjadi tempat yang menjadi titik berkumpul para anak jalanan.
Dan keberadaan mereka kerap meresahkan warga.
"Saat diamankan kami menemukan sebilah silet dari tangannya. Selain itu kami juga menemukan beberapa butir obat yang menurut pengakuan dari yang bersangkutan adalah obat penahan sakit," paparnya. (dik)