Senin, 8 Juni 2026

Waspada Software Pembersih Palsu, Ada 1,4 Juta Orang Kena Tipu

Para ahli Kaspersky mendeteksi adanya peningkatan dua kali lipat terkait jumlah pengguna yang terserang melalui software pembersih palsu.

Tayang:
thinkstockphotos
Ilustrasi. Para ahli Kaspersky baru-baru ini mendeteksi adanya peningkatan dua kali lipat terkait jumlah pengguna yang terserang melalui software pembersih palsu atau cleaner. 

Program penipuan dirancang untuk mengelabui pengguna agar membayar sejumlah uang yang diduga sebagai biaya perbaikan komputer yang serius.

Berdasarkan angka, jumlah pengguna yang terkena serangan mencapai 1.456.219 selama paruh pertama 2019.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Para ahli Kaspersky baru-baru ini mendeteksi adanya peningkatan dua kali lipat terkait jumlah pengguna yang terserang melalui software pembersih palsu atau cleaner.

Para pengguna ini terserang melalui program penipuan yang disematkan oleh penjahat siber di dalam software pembersih palsu tersebut.

Program penipuan dirancang untuk mengelabui pengguna agar membayar sejumlah uang yang diduga sebagai biaya perbaikan komputer yang serius.

Ingin seperti Warren Buffett, Ini Daftar Buku Investasi Bacaan Orang Terkaya di Dunia

Berdasarkan angka, jumlah pengguna yang terkena serangan mencapai 1.456.219 selama paruh pertama 2019.

Angka ini meningkat dibandingkan pada periode yang sama pada 2018, yaitu berjumlah 747.322.

Bahkan, selama paruh pertama 2019 diinformasikan bahwa beberapa upaya serangan menjadi lebih canggih dan semakin berbahaya.

Asus ROG Phone 2 Siap Dirilis 23 Juli 2019

Dalam kasus penipuan ini, para pelaku kejahatan siber memanfaatkan software pembersih palsu untuk menyamarkan malware seperti trojan atau ransomware agar masuk ke komputer milik korbannya.

Waspada Software Cleaner Palsu

Komputer yang lambat atau berkinerja buruk adalah keluhan umum di antara para pengguna PC, dan terdapat banyak software asli yang tersedia untuk memecahkan masalah tersebut.

Sektor Properti Banyak Mendapatkan Insentif dari Pemerintah

Namun, di antara semua yang asli, terdapat pula software palsu yang dikembangkan oleh para pelaku penipuan agar meyakini pengguna bahwa komputer mereka dalam bahaya kritis, misalnya seperti kelebihan memori, dan harus segera dibersihkan.

Pelaku kemudian menawarkan layanan seperti pembersihan sebagai imbalan untuk pembayaran. Kaspersky mendefinisikan dan mendeteksi program tersebut sebagai ‘hoax system cleaners’.

Setelah menerima izin dan pembayaran dari pengguna, pelaku penipuan memasang sebuah program palsu yang mengklaim untuk membersihkan PC.

Bagaimana Peluang Usaha Kemitraan SPBU? Penjelasan dari Pengamat Waralaba

Akan tetapi yang kerap terjadi adalah program justru tidak berbuat apapun hingga meng-install adware.

Sumber: Info Komputer
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved