PPDB SMP

Surat Keterangan Domisili Palsu Marak, Orangtua Calon Murid Protes Sistem Zonasi PPDB di Magelang

Surat Keterangan Domisili Palsu Marak, Orangtua Calon Murid Protes Sistem Zonasi PPDB di Magelang

Surat Keterangan Domisili Palsu Marak, Orangtua Calon Murid Protes Sistem Zonasi PPDB di Magelang
Warta Kota/Feryanto Hadi
ILUSTRASI-Beberapa saat lalu orangtua siswa berbondong-bondong mendatangi posko pelayanan dan pengaduan penerimaan peserta didik baru (PPDB) DKI Jakarta, Selasa (24/7/2018), karena keluhan gagal daftar. 

Surat Keterangan Domisili Palsu Marak, Orangtua Calon Murid Protes Sistem Zonasi PPDB di Magelang

Para  orangtua calon siswa melancarkan protes sistem zonasi yang diterapkan pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Magelang, Jawa Tengah.

Mereka menduga akibat sistem ini muncul surat keterangan domisili (SKD) palsu.

Seperti diungkapkan Ratna, salah satu orangtua calon siswa SMP Negeri Kota Magelang.

Ia mencurigai sejumlah orangtua yang tidak jujur memakai SKD dari ketua RT, RW hingga kelurahan yang terdekat dengan sekolah keinginannya.

Padahal mereka tidak tinggal di daerah tersebut.

"Kami curiga ada orangtua yang nggak jujur, mereka mencari SKD abal-abal di alamat terdekat dengan sekolah yang dituju,” kata Ratna, ditemui Rabu (15/5/2019).

Ia mengaku mendapati orangtua calon siswa yang rumahnya di Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

Tetapi, saat mendaftarkan anaknya ke salah satu SMP negeri di Kota Magelang, ia menggunakan SKD dari Kelurahan Kemirirejo, Kecamatan Magelang Tengah.

Nasib "apes" juga dialami anaknya yang terdepak dari seleksi sekolah keinginannya. Padahal titik koordinat (jarak udara) rumahnya dengan sekolah tujuan tergolong dekat.

Halaman
123
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved