Pemilu 2019

Pengarahan Tata Cara Memilih Pemilu 2019 bagi Orang dengan Gangguan Jiwa

Orang dengan gangguan jiwa di Panti Bina Laras Harapan Sentosa 2 mengikuti pengarahan saat pemungutan suara saat Pemilu 2019, 17 April 2019.

Pengarahan Tata Cara Memilih Pemilu 2019 bagi Orang dengan Gangguan Jiwa
Istimewa
Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Panti Bina Laras Harapan Sentosa 2 mengikuti kegiatan pengarahan saat pemungutan suara guna menggunakan hak pilihnya saat Pemilu 2019, 17 April 2019 mendatang. 

Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Panti Bina Laras Harapan Sentosa 2 mengikuti kegiatan pengarahan saat pemungutan suara guna menggunakan hak pilihnya saat Pemilu 2019, 17 April 2019 mendatang.

Tuti Sulistyaningsih Kepala Panti Bina Laras Harapan Sentosa 2, menyatakan terdapat 703 daftar pemilih tetap (DPT) di dua panti sosial yang jaraknya saling berdekatan.

Mereka akan melakukan pencoblosan di lima tempat pemungutan suara (TPS).

"DPT kita yang bsk ada 703 orang di dua panti. Kemarin hari Kamis sudah mebgeluarkan A5 ada 173 orang," ungkap Tuti di lokasi, Senin (15/4/2019).

Mereka yang diperbolehkan melakukan pemilihan adalah ODGJ yang dalam tahap penyembuhan, atau fase stabil 2. Mereka juga harus memiliki e-KTP untuk bisa memilih.

"Bagi kami kalau mereka itu harus ada pemahaman dulu dalam situasi dan kondisi. Ketika naik kelas ke sini fase stabil 2, di sini kurikulumnya tambah ada 17 bidang utama, nanti bagus naik lagi ke kelas 3," jelasnya.

Meski memiliki hak pilih, mereka tak serta merta bisa melakukan pemilihan, pihak panti juga harus memastikan bahwa ODGJ tersebut kondisi kejiwaannya sudah mulai membaik melalui surat rekomendasi dari psikiater di RSKD Duren Sawit. Hal itu dilakukan saat Pilkada 2017 lalu.

Namun demikian, kini para ODGJ tak memerlukan surat rekomendasi dari psikiater.

"Dulu waktu pilkada mereka yang punya NIK dan rekomendasi dari psikiater, memang sebulan sekali wajib ke RSKD Duren sawit dan kusus gangguan jiwa. Lalu, kita seminggu 3 kali memang ke sana. Setiap bawa 100 orang. Itu wajib menghadap psikiater 1 bulan satu kali. Gak ada sekarang (rekomendasi psikiater), sepanjang dia punya NIK bisa," kata Tuti.

Orang dengan gangguan jiwa di Panti Bina Laras Harapan Sentosa 2 mengikuti  pengarahan saat pemungutan suara  saat Pemilu 2019, 17 April 2019 mendatang.
Orang dengan gangguan jiwa di Panti Bina Laras Harapan Sentosa 2 mengikuti pengarahan saat pemungutan suara saat Pemilu 2019, 17 April 2019 mendatang. (Istimewa)

Ada Pendampingan

Halaman
12
Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved