Kisah Inspiratif
9 Kampus di Amerika Serikat Ini yang Menerima Moses Mayer Sebagai Mahasiswa
Ada sembilan universitas ternama di Amerika Serikat yang 'berebutan' menjadikan Moses Mayer sebagai mahasiswanya. Universitas mana saja itu?
Penulis: Irwan Wahyu Kintoko | Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Moses Mayer, siswa kelas 12 Jakarta Intercultural School (JIS), Cilandak, Jakarta Selatan, merasa beruntung 'jatuh cinta' pada matematika yang menginspirasinya dalam berkarya bagi lingkungan dan komunitas sosial.
Melalui SampahLink dan microfinance club yang dia pimpin, Moses Mayer memberi solusi menanggulangi polusi, kesadaran daur-ulang, serta membantu menciptakan tingkat kehidupan serta masa depan lebih baik bagi kelompok masyarakat ekonomi lemah.
Nilai sekolah yang selalu sempurna dan catatan puluhan prestasinya menarik kampus-kampus di Amerika Serikat ini ingin menjadikan Moses Mayer sebagai mahasiswa mereka.

Sembilan kampus lain yang berharap menjadikan Moses Mayer sebagai mahasiswa adalah, Harvard, Princeton, Yale, Cornell dan University of Pennsylvania yang termasuk dalam lima kampus Ivy Leagues bergengsi di Amerika Serikat.
Selain diterima di lima kampus di Ivy Leagues tersebut, Moses Mayer juga diterima di empat universitas bergengsi lainnya di Amerika yaitu M.E.T UC Berkeley, UCLA, University of Michigan dan Carnegie Melon University.
M.E.T. UC Berkeley merupakan program dual degree Berkeley yang memiliki persentase penerimaan mahasiswa sekitar 2-3% karena hanya menerima 50 siswa dari seluruh dunia setiap tahun.
• Diterima 9 Universitas Bergensi Amerika Serikat, Moses Mayer Memilih Harvard
Tidak mudah bagi seorang siswa mendapatkan tawaran kuliah dan diterima di Ivy Leagues itu.
Selain persentase penerimaan sedikit dan begitu kompetitif, seorang siswa dituntut memiliki kemampuan lengkap, bukan saja akademik, tetapi juga keseluruhan holistik dan prestasi di luar akademik.
Untuk masuk ke Ivy Leagues dan top universitas itu, Moses Mayer harus membuat banyak esai dan tulisan dalam bahasa Inggris sesuai dengan permintaan dari masing-masing universitas tersebut.

Setelah berpikir lama, Moses Mayer menentukan pilihannya dan akan melanjutkan pendidikannya di Universitas Harvard.
"Akhirnya saya memilih Harvard," kata Moses Mayer saat berbincang disela jam sekolahnya di Jakarta Intercultural School (JIS), Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (12/4/2019).
Kelak, Moses Mayer yang sudah berprestasi sejak masih di sekolah dasar hingga kelas 12 saat ini mengatakan, akan menggunakan kemampuan data science, matematika dan computer science untuk membantu mengatasi masalah di Indonesia.
• Jelang Pilpres 2019, KPK Serahkan Daftar Kekayaan Capres-Cawapres dengan Rincian Seperti Ini
Moses Mayer telah memenangkan banyak olimpiade atau kompetisi matematika maupun informatika atau computer science di tingkat nasional maupun internasional.
Di antaranya medali emas OSN (Olimpiade Science Nasional), medali emas National Olympiad in Informatics di Singapura, medali perunggu Internasional Olympiad of Metropolises di Moscow, Rusia, medali perunggu di Junior Balkan Mathematics Olympiad di Romania, hingga medali-medali dan penghargaan bidang matematika maupun bidang informatika di negara-negata seperti Cina, Kazakhstan, Hong Kong, dan lain-lain.
Moses menjadi salah satu siswa yang diundang ke Apresisasi Siswa Berprestasi, acara yang diadakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk apresiasi putra dan putri Indonesia berprestasi dari seluruh Indonesia.
