Kualifikasi AFC, Striker Timnas U23 Masuk Daftar Kiper Dadakan Terjago di Dunia, Dani Alves Lewat
Lawan Brunei Darussalam,Striker Timnas U23 Masuk Daftar Kiper Dadakan Terjago di Dunia,Dani Alves Lewat
PEMAIN depan Timnas U23 Indonesia melakukan aksi gemilang saat menjadi kiper dadakan saat melawan Brunei Darussalam di laga akhir kualifikasi Piala AFC U23.
Hebatnya, Dimas Dradjad sukses menjalani tugasnya tanpa cacat.
Bahkan Dimas Dradjad berhasil menggagalkan penalti Brunei Darussalam.
Ini merupakan prestasi tersendiri bagi Dimas Dradjad.
Bukan cuma itu, nampaknya Dimas Dradjad pantas masuk ke daftar kiper dadakan paling jago di dunia.
Simak aksi Dimas Dradjad saat menyelamatkan penalti :
• IFFWSZ Gelar Penghargaan International Women of Inspiration 2019
• Atlet Gulat Indonesia Siap Rusak Debut Petarung Singapura di One Championship Filipina
• VIDEO: Mobil China DSFK Luncurkan Glory 560 di Indonesia
• Dimas Drajad Jadi Kiper Dadakan Terjago Dunia, Kalahkan Dani Alves, John Terry, dan Rio Ferdinand
• Pencak Silat Kemenpora Promosi di Kedubes China
Dalam sepabola dunia sebenarnya sudah banyak pemain yang harus jadi kiper dadakan dalam sebuah pertandingan.
Bahkan para pemain kelas dunia pun pernah terpaksa menjadi kiper dadakan.
Sebut saja Dani Alves yang pernah menjadi kiper dadakan Paris Saint Germain pada laga pekan kedua Februari 2018.
Berikutnya ada kapten Chelsea, John Terry yang terpaksan menjadi penjaga gawang pada sebuah pertandingan di tahun 2016.
John Terry terpaksa menjadi penjaga gawang saat Chelsea kontra Reading di Liga Primer Inggris pada 2006.
Terry menggantikan Carlo Cudicini yang mengalami masalah pada leher ketika laga hampir usai.
Sebelumnya Cudicini masuk ke lapangan sebagai pengganti dari Petr Cech yang mengalami benturan kepala dengan pemain Reading yang membuat kiper Republik Ceko itu mengenakan pelindung kepala hingga saat ini.
Bek Timnas Inggris, Rio Ferdinand, juga pernah merasakan menjadi pejaga gawang.
Peristiwa itu terjadi ketika Rio Ferdinand masih berkostum Manchester United pada tahun 2008.