Razia Miras, Satpol PP Tangerang Mendapatkan Perlawasan Keras

Petugas Satpol PP Kota Tangerang melancarkan razia terhadap toko milik Abraham pada Kamis (7/3/2019) dini hari tadi.

Razia Miras, Satpol PP Tangerang Mendapatkan Perlawasan Keras
Warta Kota/Andika Panduwinata
Petugas Satpol PP Kota Tangerang melancarkan razia terhadap toko milik Abraham pada Kamis (7/3/2019) dini hari tadi. 

Laporan Wartakotalive.com Andika Panduwinata

PINANG, WARTAKOTALIVE.COM - Abraham (49) warga Jalan Hasyim Ashari, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang tidak hanya bisa pasrah saat puluhan botol minuman kerasnya disita aparat.

Petugas Satpol PP Kota Tangerang melancarkan razia terhadap toko milik Abraham pada Kamis (7/3/2019) dini hari tadi.

Abraham yang sebelumnya sempat melakukan perlawanan dengan menghalang-halangi petugas untuk masuk ke dalam kios mirasnya, terpaksa digiring keluar oleh puluhan aparat yang terdiri dari TNI dan Polri.

Tindakan tersebut dilakukan, lantaran sebelumnya Abraham yang diketahui telah lama berjualan minuman beralkohol mencoba memukul petugas yang menyita miras barang dagangannya.

Bukan cuma Abraham, Buyung (53) yang juga salah satu penjual miras berkedok kios jamu di bilangan Kelurahan Gondrong, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang juga sempat mencaci maki petugas dengan kalimat yang tidak pantas.

Bukan cuma itu, Buyung dan kedua kerabatnya sempat berteriak meminta bantuan dari warga sekitar.

Tak pelak, masyarakat yang mendengar teriakan Buyung lantas berbondong - bondong keluar untuk mengetahui kejadian sebenarnya.

“Kami sering kali mendapatkan perlakuan kasar dan keras seperti itu. Namun kami tetap harus mengedepankan sisi humanis saat operasi," ujar Kepala Bidang Trantib Satpol PP Kota Tangerang, Ghufron Falfeli kepada Warta Kota, Kamis (7/3/2019).

Ia mengaku, anggotanya telah biasa mendapatkan perlawan bahkan cibiran dari masyarakat kerap kali dijumpainya. Terlebih dari warga yang terkena langsung dampak dari penertiban tersebut.

Meski demikian, Ghufron menyebut akan terus melakukan serangkaian penetiban. Demi menjaga Kota Tangerang agar tetap nyaman dan semakin layak untuk dikunjungi.

“Para penjual miras ini mencari keuntungan tanpa memikirkan kemungkinan dampak negatif yang nantinya akan terjadi. Untuk itu kami akan terus menyapu bersih setiap penjual miras di Kota Tangerang,” ucapnya.

Menurutnya, cacian dan makian bahkan perlawanan yang dilakukan masyarakat yang terkena dampak langsung dari kegiatan penertiban tersebut merupakan bagian dari resiko. Serta tanggung jawab sebagai penegak peraturan daerah.

“Bentuk pelayanan yang dapat kami berikan kepada masyarakat adalah kenyamanan melalui penertiban dan penataan. Kami tidak menghiraukan cacian, makian bahkan perlawanan, selama tidak ada kontak fisik kami akan tetap konsisten mengedepankan humanis kami,” kata Ghufron. (dik)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved