Kamis, 23 April 2026

Makna Dibalik Hari Raya Nyepi

Di saat Hari Nyepi, selama 24 jam penuh, umat Hindu hidup dalam diam, hening, dan gelap.Ada apa saja makna Hari Raya Nyepi itu?

Warta Kota/Joko Supriyanto
Umat Hindu dari Pura Wira Satya Bhuana, Petojo, Jakarta Pusat, mengarak ogoh-ogoh, Rabu (6/3/2019). Pawai ogoh-ogoh ini sebagai bentuk pengusiran aura jahat sebelum melakukan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada Kamis (7/3/2019). 

Di saat Hari Nyepi, selama 24 jam penuh, umat Hindu hidup dalam diam, hening, dan gelap.Ada apa saja makna Hari Raya Nyepi itu?

WARTA KOTA, PALMERAH--- Hari ini, umat Hindu di Indonesia merayakan Hari Raya Nyepi.

Di saat Hari Nyepi, selama 24 jam penuh, umat Hindu hidup dalam diam, hening, dan gelap.

Ada apa saja makna Hari Raya Nyepi itu?

Saat Hari Raya Nyepi di Bali, Anda akan merasakan suasana yang lain dari biasa.

Jalanan kosong dan sepi. Gonggong anjing menjadi nyaring meski di siang bolong.

Udara segar nyaris tanpa asap yang biasa menyembur dari knalpot kendaraan bermotor.

VIDEO: Upacara Tawur Kesanga Jelang Hari Raya Nyepi di Pura Merta Sari Tangsel

Warung-warung, kedai-kedai, toko-toko, pasar swalayan, menutup pintunya rapat-rapat.

Bila malam tiba, Bali menjadi hitam. Gelap gulita.

Nyaris tidak ada sinar lampu setitik pun. Seluruh pintu gerbang masuk ke pulau ditutup sejak tengah malam sebelumnya.

Pulau yang biasa dipadati manusia dari berbagai bangsa itu seperti pulau mati tak berpenghuni. Suasana magis terasa semakin pekat.

Mobil ambulans, kendaraan antar-jemput tamu hotel, dan kendaraan ABRI, termasuk kepolisian, dengan dispensasi khusus, hari itu boleh merdeka tanpa diganggu kemacetan.

Hanya kendaraan-kendaraan seperti itu yang diizinkan berjalan.

Termasuk wartawan yang mengantungi izin khusus.

Aturan memang berkata demikian.

Sumber: Intisari
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved