Jangan Lupa, Bogor Street Festival atau Cap Go Meh 2019 Digelar Selasa (19/2) Mulai Pukul 14.00 WIB

CGM atau Bogor Street Festival bukan hanya peristiwa budaya tapi ini warisan bangsa...

Jangan Lupa, Bogor Street Festival atau Cap Go Meh 2019 Digelar Selasa (19/2) Mulai Pukul 14.00 WIB
TribunnewsBogor.com/Vivi Febrianti
Wali Kota Bogor, Bima Arya bersama Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman, Kapolres Bogor Kota Andi Herindra, tokoh tionghoa, dan beberapa perwakilan dari Badan Sosial Lintas Agama (Basolia) Bogor usai meresmikan Lawang Suryakancana, Kota Bogor, Rabu (10/2/2016) lalu. 

Bogor Street Festival akan diselenggarakan Selasa, 19 Februari 2019,  mulai pukul 14.00 WIB.

Dalam kegiatan festival seni budaya bertema Katumbiri Lighting Festival 2019 itu akan ada puluhan peserta pawai budaya dari berbagai daerah.

Ada pun kegiatan Katumbiri Lighting Festival 2019 akan dilaksanakan pada pukul 19.00 WIB.

Berikut nama-nama peserta pawai budaya yang akan mengikuti karnaval:

Drumband Pusdikzi, Hadroh, Lighting, FADE IN, Parade Budaya India, Tari Kipas Sulawesi Selatan, Nacha San Thay Zhe, Tainan City, Reog Singo Ngumboro, Ponorogo, Wayang Landus Ciamis, Dipokersen, Kota Bogor, Barong Keket Bali, Ngarot, Indramayu, Komunitas KAWANUA, Kereta Ratha Yatra, , Komunitas Harekhrisna Cisarua Bogor, Ogo-Ogoh Pure Bumi Natha Shakti, Brimob Resimen 2, Pelopor, Kedung Halang, Bogor, KPUD Kota Bogor, Pawai Seni Liong-Barong

Selain itu juga ada berbagai petunjukan tarian dan live musik.

Diantaranya adalah Akustik Oncom Hideung, Tabla Solo with Harmonium, Tarian Kembang Tanjung (Sanggar Kancana Ning Laras), Tarian Betawi Lenggang Nyai (Sanggar Kancana Ning Laras), Sufi Songs Medley Singing, Tarian Wangsit Siliwangi (Sanggar Mayang Arum), Tari Kalang Sunda (Sanngar Mayang Arum), Tari sangkakala (Sanggar Mayang Arum), Artistic Yoga on Music by India Talent, Tari Tanjung Baru (Sanggar Laras Pakuan), Tari Langit Biru (Sanggar Laras Pakuan), Tari Gumbira (Sanggar Bentang Pajajaran), Tari Samping Batik (Sanggar Bentang Pajajaran), Tarian dari Cimahi (Asta Waditra), Tarian dari cimahi (Asta Waditra), Chinese Dance - Jungle Land, Popular Bollywood Song Singing, Etnic Drum (Tunggul Kawung), Tari Sekar Panggung (Sanggar Ayundi), Tarian Modern Dance (Sanggar Ayundi), Etnic Drum (Tunggul Kawung), Tarian Classical India, Popular Bollywood Song Singing, Angklung JUNGLE LAND, Musik Akustik KATAPEL.

Dijanjikan Bakal Dicarikan Kerja, Kuli Bangunan Malah Diajak Curi Kotak Amal

Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto untuk kesekian kalinya mengatakan bahwa CGM-Bogor Street Festival merupakan ajang budaya.

Bahkan lebih luas Bima menjelaskan bahwa kegiatan itu merupakan warisan bangsa. "CGM atau Bogor Street Festival bukan hanya peristiwa budaya tapi ini warisan bangsa, jadi bukan simbol keagamaan, betul simbol budaya tapi lebih dari itu ini adalah warisan bangsa bukan hanya budaya dalam arti kesenian atau tradisi yang turun temurun dalam arti bisa dinikmati," katanya.

Bima menjelaskan bahwa adanya CGM-Bogor Street Festival merupakan momentum yang tepat untuk komitmen dalaam kebersanaan dalam keberagaman.

"Saya ingin menambahkan jika tadi disampaikan Bogor Stret festival ajang budaya mempersatu bangsa saya ingin tambahkan Bogor Street Festival ajang budaya mempersatu bangsa dari Bogor untuk Indonesia, kenapa karena ini momentumnya tepat sekali, saat ini bangsa kita tengah diuji dalam konteks komitmen kita dalam kebersamaan dalam keanekaragaman harus diakui masih banyak kelompok-kelompok orang orang yang tidak berani untuk menyuarakan kebersamaan dalam keberagaman mungkin karena itung itungan politik dan lainnya," ungkapnya.

Bayi Bernama Joko Widodo Maruf Viral: Semoga Pintar dan Saleh Seperti Kedua Beliau

Sementara itu Ketua Pelaksana Bogor Street Festival Pesta Rakyat CGM 2019, Arifin Himawan menjelaskan bahwa aksi budaya ini merupakan penegasan atas nilai persatuan bangsa yang selalu dijaga oleh Kota Bogor.

"Ini menjadi bukti bahwa semangat pluralisme, nilai toleransi dan kekayaan budaya yang diperlihatkan Kota Bogor sangat efektif mempersatukan warga, ini juga sebuah fakta betapa masyarakat kita sangat dewasa menjaga kebangsaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Pria yang akrab disapa Ahim ini memaparkan bahwa keseruan seni karnaval dan gempita di panggung pertunjukan akan disuguhkan sepanjang event ini berlangsung.

"Sambil menunggu ceremonial pembukaan, BSF 2019 akan menyajikan berbagai pertunjukan seperti angklung, drumband, aksi bedug khas Banten dan hadroh, aksi budaya mulai dikembangkan sebagai bagian dari destinasi pariwisata, sehingga kita bisa melihat event ini merupakan salah satu daya tarik bagi wisatawan dalam dan luar negeri," ujarnya. (TribunnewsBogor/Lingga Arvian Nugroho)

Editor: Wito Karyono
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved