Pilpres 2019

Bekas Pengacara Ahok Berharap Ada Argumentasi Keberhasilan Vs Kegagalan pada Debat Kedua

Humphrey Djemat juga meminta moderator dalam debat nanti bisa mempertajam beberapa isu yang saat ini sedang hangat.

Bekas Pengacara Ahok Berharap Ada Argumentasi Keberhasilan Vs Kegagalan pada Debat Kedua
Warta Kota/Feryanto Hadi
Ketua Umum PPP Muktamar Jakarta, Humphrey Djemat (kedua dari kanan), menilai debat pertama antara pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno secara telak dimenangkan oleh pasangan nomor urut dua. 

KETUA Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Muktamar Jakarta Humphrey Djemat, berharap debat kedua Pilpres 2019 pada Minggu (17/2/2019) mendatang, bisa lebih menarik dan berbeda dari debat pertama.

Pada debat kedua nanti juga tidak ada kisi-kisi atau bocoran pertanyaan untuk peserta debat antara capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.

"Artinya dalam debat kedua nanti autentiknya jawaban dari sang capres di panggung terlihat jelas," ujar Humphrey Djemat di Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Fadli Zon Mau Tanya Ketua Pengadilan Tinggi Jakarta, Atas Dasar Apa Ahmad Dhani Ditahan?

Humphrey Djemat menegaskan, debat kedua nanti juga harus disiapkan format secara matang, sehingga bisa memunculkan konsep atau gagasan besar dari peserta debat.

"Dalam debat nanti juga ada segmen pertarungan bebas di antara kedua peserta yang bisa menciptakan suasana debat sesungguhnya. Ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik oleh kedua Capres," tuturnya.

Humphrey Djemat juga meminta moderator dalam debat nanti bisa mempertajam beberapa isu yang saat ini sedang hangat.

BREAKING NEWS: Warga Banten Korban Tsunami Selat Sunda Bakal Gugat Presiden Jokowi dan DPR

Sehingga, masing-masing isu dalam tema debat bisa memunculkan perbedaan yang kontras, baik dari kebijakan yang dilakukan pemerintah saat ini, yakni Jokowi, dengan kritik yang tajam dari Prabowo Subianto, termasuk solusi ke depannya jika Prabowo Subianto menjadi presiden.

"Dengan demikian maka pada debat kedua nanti ada kemunculan argumentasi keberhasilan vs kegagalan yang cukup mencolok," tegasnya.

Mantan kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di kasus penistaan agama itu menuturkan, semua argumentasi tajam tersebut akan tambah menarik, jika dikaitkan dengan impor pangan, Freeport, dan infrastruktur.

Wiranto: Kelihatannya Sederhana, Tinggal Pilih Pemimpin Lalu Selesai, Padahal Tidak

Artinya, kata Humphrey Djemat, dalam debat nanti jangan hanya bicara normatif saja. Sehingga, membuat suasana debat tidak menarik dan sulit dipahami. Oleh karena itu, dalam debat nanti harus membahas tentang kemanfaatan bagi masyarakat banyak.

"Bicaralah tentang kondisi riil di masyarakat saat ini. Bicaralah yang masyarakat biasa paham implementasi konkret gagasan besar dari masing-masing capres. Kalau situasi ini tercipta dalam debat kedua, maka bisa dinilai debat kedua nanti berhasil," paparnya.

Sebagai pendukung pasangan 02, Humphrey Djemat memberikan pesan khusus untuk Prabowo Subianto dalam debat kedua nanti. Yakni, jangan melupakan pemilih milenial yang jumlahnya kurang lebih 85 juta atau sekitar 40 persen dari total pemilih sekitar 192 juta.

Wiranto Protes Filipina Sebut Pelaku Bom Bunuh di Gereja Sulu Orang Indonesia

Hingga saat ini kaum milenial masih menunggu siapa capres yang bisa memenuhi kebutuhan dan kepentingannya. Kaum milenial sangat cerdas dan kritis, sehingga, katanya, jangan berikan pernyataan lips service.

"Mereka lah (kaum milenial) yang jadi massa mengambang atau swing voters. Mereka lah yang menentukan kemenangan Presiden. Rebutlah simpati mereka dengan cara menjawab tiap isu tema debat kedua ini dikaitkan dengan kebutuhan kepentingan generasi milenial," sarannya. (*)

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved