Pemilu 2019

Jadi Tersangka Dugaan Tindak Pidana Pemilu, Ketua PA 212 Slamet Maarif Bakal Diperiksa Rabu Lusa

KETUA Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polresta Solo, sejak Jumat (8/2/2019) lalu.

Jadi Tersangka Dugaan Tindak Pidana Pemilu, Ketua PA 212 Slamet Maarif Bakal Diperiksa Rabu Lusa
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif seusai diperiksa di Mapolresta Solo, Kamis (7/2/2019). 

KETUA Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polresta Solo, sejak Jumat (8/2/2019) lalu.

Selanjutnya, Slamet Maarif akan diperiksa di Mapolda Jateng pada Rabu (13/2/2019) lusa.

"Nantinya pemeriksaan sebagai tersangka kepada Slamet Maarif di Polda Jateng. Kita pertimbangkan karena alasan keamanan," kata Wakil Kepala Polresta Solo AKBP Andy Rifai kepada wartawan, Senin (11/2/2019) siang.

Satpol PP DKI Bersihkan 344 Reklame di Kawasan Kendali Ketat Sejak Desember Sampai Januari

Sedangkan saat ditanya mengenai sidang, dirinya menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan koordinasi dari penyidik.

"Panggilan sudah kita kirimkan, Hari Rabu kita panggil Slamet Maarif, untuk pemeriksaan," ucap Kapolresta Solo Kombes Ribut Hari Wibowo saat ditemui di kantornya, Senin (11/2/2019) siang.

Slamet Maarif diduga melakukan tindak pidana pemilu dengan melanggar pasal 280 ayat (1) huruf a, b, c, d, e, f, g, h, i, j, tentang kampanye di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota, sebagaimana diatur Undang-undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Ada Jentik Nyamuk, Wakil Wali Kota Jakarta Utara Sebar Ikan Cupang di Bak Rumah Warga

Dugaan tindak pidana pemilu itu dilakukan Slamet Maarif dalam acara Tablig Akbar PA 212 Solo Raya, di Jalan Slamet Riyadi, depan Kantor BCA KCU Solo-Slamet Riyadi, Gladak, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta, pada Minggu 13 Januari 2019 pukul 06.30-10.30 WIB.

Dugaan kampanye di luar jadwal itu kemudian dilaporkan oleh Tim Kemenangan Daerah (TKD) Jokowi-Maruf Amin, yang menganggap orasi Slamet Maarif pada acara Tablig Akbar itu bermuatan kampanye, sehingga mereka melaporkannya ke Badan Pengawas Pemilu di Solo.

Bawaslu Solo kemudian memeriksa sejumlah saksi dan barang bukti. Bawaslu Solo juga sempat memanggil Slamet Maarif untuk dimintai keterangan terkait ceramahnya dalam Tablig Akbar tersebut.

Selanjutnya, Komisioner Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Surakarta Poppy Kusuma, membawa bukti-bukti dugaan pelanggaran pemilu dalam acara Tablig Akbar ke Polresta Surakarta. (Eka Fitriani)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved