Pemilu 2019

Elza Syarief Siap Tuntut KPU Jika Mandala Shoji Dicoret dari Daftar Caleg Tetap

Elza Syarief menilai ada pihak-pihak yang merasa terancam dengan kepopuleran Mandala Shoji sebagai calon wakil rakyat.

Elza Syarief Siap Tuntut KPU Jika Mandala Shoji Dicoret dari Daftar Caleg Tetap
WARTA KOTA/JUNIANTO HAMONANGAN
Elza Syarief, kuasa hukum Mandala Shoji, di kantornya di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (9/2/2019). 

PENGACARA Elza Syarief siap menuntut Komisi Pemilihan Umum (KPU) jika benar-benar mencoret nama kliennya, Mandala Shoji, dari Daftar Caleg Tetap (DCT) Pileg 2019, setelah dinyatakan bersalah melakukan pelanggaran pemilu.

Elza Syarief beralasan kasus yang membelit calon anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut bukan merupakan kasus pidana seperti yang selama ini disangka oleh banyak pihak.

“Ancaman di bawah lima tahun, putusan juga cuma tiga bulan, jadi KPU tidak boleh mencoret (Mandala Shoji dari DCT Pileg 2019), dan saya akan tuntut secara pidana dan perdata,” kata Elza Syarief di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (9/2/2019).

Istri Sebut Mandala Shoji Bukan Kabur tapi Keliling Dapil dan Menginap di Rumah Warga

Justru, Elza Syarief merasa ada yang janggal dalam kasus yang dihadapi Mandala Shoji. Sebab, kasus yang dihadapi kliennya tersebut hanya pelanggaran kampanye Pemilu 2019.

“Ini bukan tindak pidana kriminal biasa seperti pencurian, penipuan, atau korupsi. Ini adalah suatu pelanggaran dari aturan kampanye pemilu, KUHP biasa,” ucapnya.

Elza Syarief menilai ada pihak-pihak yang merasa terancam dengan kepopuleran Mandala Shoji sebagai calon wakil rakyat. Sehingga, ada upaya untuk menjatuhkan ayah empat anak itu agar gagal menuju Senayan.

lndonesia Kirim Nota Keberatan ke Filipina karena Sebut WNI Terlibat Bom Bunuh Diri di Gereja

“Mandala terlalu populer, banyak membantu orang program di TV-nya, banyak membuat orang jatuh cinta, jadi caleg yang lain ngerasa ini berbahaya,” tutur Elza Syarief.

Mandala Shoji diputuskan bersalah setelah terbukti melakukan pelanggaran pemilu saat melakukan kampanye di Pasar Gembrong Lama, Jakarta Pusat, pada 19 Oktober 2018 silam.

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memvonis Mandala Shoji tiga bulan penjara dan denda Rp 5 juta pada 18 Desember 2018. Upaya banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dilakukan pada 20 Desember 2018, namun ditolak pada 31 Desember 2018. (*)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved