Kasus Ahmad Dhani

PBNU Sebut Ahmad Dhani Ahistoris dan Ilusif karena Menarasikan NU Jadi Pendukung Nasakom Baru

Narasi keliru yang disampaikan suami Mulan Jameela tersebut didasarkan karena NU di masa Bung Karno berkuasa pernah mendukung Nasakom.

PBNU Sebut Ahmad Dhani Ahistoris dan Ilusif karena Menarasikan NU Jadi Pendukung Nasakom Baru
Kompas.com
Ahmad Dhani dijatuhkan vonis karena berpendapat soal penista agama di Twitter. 

PBNU sebut Ahmad Dhani ahistoris dan ilusif. Dhani menarasikan seolah-olah NU akan menjadi pendukung Nasakom baru bila Jokowi menang Pilpres 2019. NU bukan pendukung PKI. 

KETUA Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas menyebut, Ahmad Dhani (46) ahistoris dan ilusif karena menarasikan seolah-olah NU akan menjadi pendukung Nasakom (Nasionalis, Agama, Komunisme) baru bila Jokowi menang Pilpres 2019

Menurut Robikin, narasi keliru yang disampaikan musikus yang kini menjadi caleg DPR RI dari Gerindra tersebut didasarkan karena NU di masa Bung Karno berkuasa pernah mendukung Nasakom

"Perlu dicatat, NU bukan pendukung PKI. Setelah pemberontakan G 30 S/PKI, NU bahkan berada di garda terdepan menuntut pembubaran PKI," kata Robikin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (8/2/2019).

Robikin Emhas menegaskan, sikap mantan suami Maia Estianty itu didasari paham Islam ahlu sunnah wal jamaah dan visi kebangsaan yang dianut NU tak memberi ruang bagi tafsir PKI terhadap sila pertama Pancasila dan pemberontakan yang dilakukan PKI. 

Laki-Laki yang Rusak Motornya di Depan Polisi Akibat Ditilang Tawarkan Jasa Bongkar Kandang Ayam

Polisi Bakal Tes Kejiwaan Pasutri yang Ajak Threesome Anaknya

Pendaftaran PPPK 2019 di sscasn.bkn.go.id,Ini Syarat, Jadwal, Panduan P3K

Sejarah mencatat, dukungan NU terhadap Nasakom pada era demokrasi terpimpin kala itu selain atas pertimbangan keutuhan NKRI, justru sebagai bandul politik untuk membendung laju komunis yang kala itu pengaruhnya makin meluas. 

"NU menempatkan diri menjadi benteng Islam dari kemungkinan ancaman komunis. Apalagi kala itu NU boleh dibilang sebagai satu-satunya kekuatan politik Islam usai pembubaran Masyumi karena terlibat PRRI/Permesta," kata Robikin Emhas.

Robikin mengatakan, di tahun politik tidak ada larangan bagi warga negara untuk meramaikan politik elektoral, baik Pileg maupun Pilpres. 

"Tapi jangan ramaikan dengan hoaks, ujaran kebencian atau fake news. Fastabiqul khairat. Berlomba-lombahlah dalam berbuat kebaikan, dengan cara yang baik," kata Robikin Emhas.

Ahmad Dhani dalam video yang beredar di Twitter menyebut kemungkinan munculnya Nasakom baru, yang di dalamnya terdapat NU.

Berikut ini isi video Ahmad Dhani:

"Jadi, kita harus tahu benar sejarah bahwa NU dulu mendukung Nasakom. Banyak anak-anak NU meskipun yang sudah di PBNU nggak paham itu bahwa dulu yang dukung Nasakom bersama PKI dalam komunisnya itu PKI, itu (kelompok agamanya) NU. Nah, sekarang ini mereka sudah bergabung PDIP, NU, juga komunisnya," kata Ahmad Dhani dalam video itu.

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved