Fadli Zon: Kehebohan Polemik Pembebasan Abu Bakar Baasyir Lebih Dahsyat dari Kasus Ratna Sarumpaet

Fadli Zon menyebut polemik pembebasan Abu Bakar Baasyir menunjukkan ketidakkompakan Presiden dengan menteri-menteri yang ada di bawahnya.

Fadli Zon: Kehebohan Polemik Pembebasan Abu Bakar Baasyir Lebih Dahsyat dari Kasus Ratna Sarumpaet
Warta Kota
Fadli Zon 

WAKIL Ketua DPR Fadli Zon menyebut polemik pembebasan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir, memiliki efek yang lebih dahsyat ketimbang kasus penyebaran kabar bohong yang dilakukan Ratna Sarumpaet.

Fadli Zon menyebut polemik pembebasan Abu Bakar Baasyir berefek hingga dunia internasional, dibandingkan kasus Rata Sarumpaet yang menurutnya tak berdampak apapun kepada negara.

“Kehebohan ini (pembebasan Abu Bakar Baasyir) lebih dahsyat dari kasus Ratna Sarumpaet, bahkan efeknya hingga internasional, bandingkan dengan kasus Ratna Sarumpaet yang merupakan kasus pribadi dan tak berdampak apa pun ke negara, tapi justru kubu kami yang disalahkan,” ucap Fadli Zon di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (23/1/2019).

Abu Bakar Baasyir Seharusnya Sudah Bebas pada 13 Desember 2018 Jika Mau Teken Ikrar Setia Pancasila

Fadli Zon menyebut polemik pembebasan Abu Bakar Baasyir menunjukkan ketidakkompakan Presiden dengan menteri-menteri yang ada di bawahnya.

Ia juga menilai polemik ini menimbulkan persepsi keraguan masyarakat kepada pemerintah, karena tidak mampu menegakkan aturan yang berlaku secara benar.

“Karena berdampak secara nasional dan internasional, maka harus dicari itu siapa yang bertanggung jawab menimbulkan polemik. Pemerintah juga harusnya menegakkan aturan sesuai undang-undang, kalau memang sudah waktunya dibebaskan bersyarat maka berikan, tapi kalau belum harus disesuaikan,” tegasnya.

Disdik Kota Bekasi Sudah Cabut SKTM Sebagai Syarat PPDB Sejak Tahun Lalu

Ketidakkompakan pemerintah itu, menurut Fadli Zon, ditunjukkan dengan komentar Menko Polhukam Wiranto yang menyebut Presiden Joko Widodo harusnya jangan ‘grasa-grusu’ atau terburu-buru dalam memutuskan pembebasan bersyarat Abu Bakar Baasyir.

Fadli Zon juga menilai keputusan untuk membatalkan pembebasan Abu Bakar Baasyir tanpa syarat sudah menunjukkan ada pengaruh politik di dalamnya.

“Sudah terlihat manuver politik dengan apa yang dijanjikan Presiden tetapi tak ditepati,” ucapnya.

Rencana pembebasan Abu Bakar Baasyir itu mendapat protes dari Perdana Menteri Australia Scott Morrison, yang meminta Pemerintah Indonesia harusnya memikirkan penghormatan kepada korban bom Bali saat memutuskan membebaskan pendiri Pondok Pesantren Ngruki tersebut. (Rizal Bomantama)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved