Ketua Umum PBNU: Ada Rencana Tahun 2024 Khilafah Harus Masuk ASEAN, Semoga Tidak Terjadi

Dia juga melihat banyak masyarakat menjadi radikal. Dia menduga hal ini terhadi karena pengaruh paham dari luar.

Ketua Umum PBNU: Ada Rencana Tahun 2024 Khilafah Harus Masuk ASEAN, Semoga Tidak Terjadi
Warta Kota/Henry Lopulalan
Ketua Umum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siroj (kiri) bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr Haedar Nashir usai mengadakan pertemuan di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat(23/3/2018). 

KETUA Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj meminta Umat Islam di Indonesia mengedepankan ciri khas sebagai umat toleran.

Menurut dia, NU dan Muhammadiyah, sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, berkewajiban mengawal ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan antara Umat Islam. Selama ini, katanya, sikap toleran menjadi jati diri dua ormas itu.

"NU dan Muhammadiyah berkewajiban mengawal ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, ukhuwah insaniah. Mari kita jaga itu semuanya, karena jika tidak, maka ancaman disintegrasi ancaman perang saudara ada," ujar Said Aqil Siroj di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Rabu (31/10/2018).

Baca: Polisi Jakarta Barat Bekuk Pelaku Curas yang Sudah Beraksi di 35 Lokasi

Belakangan, dia menilai aneh apa yang terjadi di Indonesia. Sebab, sama sekali tidak menunjukkan watak Umat Islam di Indonesia, karena menjadi keras dan beringas. Dia melihat Umat Islam di Indonesia mulai terpengaruh paham dari luar.

"Belakangan ini kami merasakan ada suatu yang aneh. Dari asing, dari luar rasanya. Sebagian saudara kami jadi beringas, jadi keras, sama sekali tak menunjukan watak Umat Islam Indonesia," paparnya.

Dia juga melihat banyak masyarakat menjadi radikal. Dia menduga hal ini terhadi karena pengaruh paham dari luar. Said Aqil Siroj bahkan mengungkapkan ada rencana dari salah satu pihak menerapkan khilafah di wilayah ASEAN.

"Bahkan saya baca kalau tidak salah ada rencana tahun 2024, harus sudah ada khilafah di ASEAN, termasuk Indonesia. Mudah-mudahan mimpi ini tidak terjadi, tidak akan terlaksana berkat adanya NU dan Muhammadiyah," paparnya. (*)

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved