Fahri Hamzah: Pemerintah Menaikkan Harga BBM Kayak Pecel Lele

Pemerintah tiba-tiba menunda menaikan harga Premium dengan waktu yang tidak ditentukan.

Fahri Hamzah: Pemerintah Menaikkan Harga BBM Kayak Pecel Lele
Warta Kota/angga bhagya nugraha
ILUSTRASI - Petugas SPBU coco di Kawasan Abdul Muis, Tanah Abang, tengah mengisikan BBM jenis premium, Minggu (2/11/2014). Rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi menjadi satu kebijakan awal yang dinanti dari pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mengingat beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semakin berat karena subsidi yang terus membengkak. 

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah angkat bicara terkait tidak konsistennya pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium.

Fahri Hamzah mengatakan akan membuat kajian tentang cara pemerintah menentukan harga BBM. Terutama, keputusan pemerintah menyerahkan penentuan harga BBM kepada Pertamina.

"Saya tadi meminta staf saya membuat kajian ya, tentang rasanya ada yang salah dari cara pemerintah sekarang mengambil hak-hak masyarakat dengan cara menaikkan harga secara sepihak dan menyerahkan kepada Pertamina," ujar Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Baca: Beberkan Kejanggalan Pemanggilannya oleh Polisi, Amien Rais: Apakah Ini Kriminalisasi?

Sebelumnya, pemerintah batal menaikkan harga BBM jenis Premium. Pemerintah tiba-tiba menunda menaikan harga Premium dengan waktu yang tidak ditentukan.

Menurut Fahri Hamzah, pemerintahan sekarang berbeda dengan pemerintah sebelumnya. Pada masa Orde baru, pemerintah sangat hati-hati dalam menentukan harga BBM. Bahkan, pemerintah menyampaikan pidato, mengenai alasan menaikkan harga BBM.

Sementara yang terjadi sekarang ini, menurut Fahri Hamzah, pemerintah cenderung diam-diam dan tidak terbuka dalam menaikan harga BMM.

Baca: Adu Kambing di Putaran Tugu Selamat Datang Pademangan, Satu Pemotor Tewas

"Padahal sampai kapan pun BBM itu menyangkut hajat hidup orang banyak. Itulah kenapa negara menjamin kepemilikan dan penguasaannya sesuai pasal 33 itu kepada negara. Tidak diserahkan kepada privat. Kalau naiknya begini, itu udah kayak BBM di tangan privat, seenaknya," beber Fahri Hamzah .

Sekarang ini, kata Fahri Hamzah, menaikkan harga BBM seperti menaikan harga makanan. Tidak hati hati dan cenderung sembrono.

"Orang menaikkan harga, kayak orang menaikkan harga gorengan atau pecel lele kalau kayak begini. Padahal ini kan adalah barang strategis, strategic commodity yang oleh konstitusi dimandatkan khusus kepada negara, pemerintah, supaya ini dipegang karena hajat hidup orang banyak. Lah, ini kayak lepas dan kayaknya terjadi kekacauan gitu," paparnya. (Taufik Ismail)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help