Harga Kedelai Merangkak Naik, Pengrajin Tempe Menjerit

Para pengrajin tempe mulai menjerit seiring dengan melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat.

Harga Kedelai Merangkak Naik, Pengrajin Tempe Menjerit
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Pengrajin tempe di Jalan Bhakti II RT 16/RW 02 Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (5/9/2018) 

PARA pengrajin tempe mulai menjerit seiring dengan melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat.

Pasalnya harga bahan baku tempe yakni kedelai, pelan tapi pasti juga ikut merangkat naik.

Seorang pengrajin tempe, Taufik (38) mengatakan harga kedelai yang dibelinya sekarang ini sudah menembus angka Rp 8.400 per kilogram.

Padahal sebelum Lebaran, harga kedelai untuk kualitas terbaik berada jauh dibawah.

“Itu pelan-pelan naiknya, nggak langsung kayak sekarang. Kemarin sebelum Lebaran, cuma Rp 6.000-6.500 per kilogram,” katanya, Rabu (5/9/2018).

Akibat kondisi itu, omset penjualan Taufik sebagai pengrajin tempe mau tidak mau terkena imbasnya.

Meski tidak menyebutkan nilainya secara spesifik, Taufik merasa omsetnya berkurang hingga 30 persen.

“Kalau kayak begini kan, otomatis berkurang omsetnya. Harga bahan bakunya naik, sementara jumlah produksi dan harganya nggak berubah,” ucapnya.

Pengakuan berbeda disampaikan pengrajin tempe lainnya, Abdul Aziz (30) yang mengaku belum merasakan dampak melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika terkait kenaikan harga kedelai.

“Sekarang belinya (kedelai) Rp 7.700 per kilogram. Kalau dibanding Lebaran kemarin ada peningkatan tapi nggak jauh. Dulu itu sekitar Rp 7.000 per kilogram,” ucapnya.

Sehingga sejauh ini Abdul belum merasakan adanya penurunan omset penjualan yang dibuatnya.

“Masih biasa aja lah, belum ada yang gimana-gimana,” tuturnya. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved