Pilpres 2019

Ali Mochtar Ngabalin: Mau Berkuasa Enggak Apa-apa, tapi Jangan Kebelet

Menurut Ali Mochtar Ngabalin, semua yang berkaitan dengan kepentingan orang untuk meraih kekuasaan, memiliki aturan tersendiri.

Ali Mochtar Ngabalin: Mau Berkuasa Enggak Apa-apa, tapi Jangan Kebelet
Kompas.com
Ali Mochtar Ngabalin 

STAF Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin ‎menilai, gerakan #2019GantiPresiden tidak mendidik masyarakat, dan lebih mementingkan keinginan kelompok tertentu saja.

Ali Mochtar Ngabalin menjelaskan, #2019GantiPresiden memiliki arti pada 1 Januari 2019‎ pukul 00.00 WIB, Presiden Indonesia harus diganti, padahal kontestasi Pilpres terjadi pada April 2019.

"‎Jadi kalau mau berkuasa enggak apa-apa, tapi jangan kebelet, tidak memberikan pendidikan kepada masyarakat, itu yang saya keberatan," tutur Ali Mochtar Ngabalin di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/8/2018).

Baca: Sebut Gerakan Makar, Ini Arti Gerakan #2019GantiPresiden Menurut Ali Mochtar Ngabalin

Menurut Ali Mochtar Ngabalin, semua yang berkaitan dengan kepentingan orang untuk meraih kekuasaan, memiliki aturan tersendiri, dan bukan dengan membuat gerakan tagar mengganti presiden yang dikemas dalam pengajian ataupun tablig akbar.

"‎Itu sesungguhnya adalah provokasi kepada masyarakat untuk jangan memilih Pak Jokowi ketika kembali mencalonkan diri sebagai calon presiden," ucap Ali Mochtar Ngabalin.

‎Politikus Partai Golkar itu mengatakan, kebebasan berpendapat memang dijamin dalam UUD 1945 pasal 28e, tetapi undang-undang tersebut memiliki turunannya, yaitu UU Nomor 9 Tahun 1998.

‎"Ada aturannya, ada sanksinya, pasal 8 itu menjelaskan ada 5 poin di antaranya, menghargai perbedaan yang ada, menjaga persatuan, dan lain-lain. Jadi kalau Anda datang ke daerah dan mengganggu orang di daerah itu, dia berhak mempunyai kewenangan untuk menolak Anda, bahkan harus diusir keluar seperti di Surabaya itu, karena itu mengacau," paparnya.‎ (Seno Tri Sulistiyono)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help