Pilpres 2019

Sebut Gerakan Makar, Ini Arti Gerakan #2019GantiPresiden Menurut Ali Mochtar Ngabalin

Agar tidak diartikan gerakan makar, Ali Mochtar Ngabalin pun menyampaikan ‎#2019GantiPresiden harus diubah menjadi #17April2019Ganti Presiden.

Sebut Gerakan Makar, Ini Arti Gerakan #2019GantiPresiden Menurut Ali Mochtar Ngabalin
Warta Kota/Hamdi Putra
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin (berdiri) dalam acara diskusi dan deklarasi politik di kawasan Matraman, Jakarta Timur, pada Sabtu (28/7/2018). 

STAF Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin ‎menilai, gerakan #2019GantiPresiden merupakan gerakan makar yang harus dihentikan.

"Makar itu, makar, harus dihentikan seluruh aktivitasnya, harus diback-up," ujar Ali Mochtar Ngabalin saat dihubungi di Jakarta, Senin (27/8/2018).

Menurut Ali Mochtar Ngabalin, #2019GantiPresiden memiliki arti pada 1 Januari 2019, maka Presiden Indonesia yang saat ini dijabat Joko Widodo, harus diganti.

Baca: Kisruh Deklarasi #2019GantiPresiden, Luhut Panjaitan: Coba Nikmati Tuh Asian Games

‎"Artinya itu tindakan makar, dengan begitu sementara yang kita tahu dalam regulasi, 17 April Pemilu presiden yang baru. Karena itu, seluruh aktivitas dan deklarasi yang terkait pergantian presiden harus dihentikan, karena itu gerakan gerombolan pengacau keamanan negara," papar Ali Mochtar Ngabalin.

Terkait kebebasan berpendapat, kata Ali Mochtar Ngabalin, semua negara demokrasi di dunia memiliki aturan yang tidak boleh dilakukan semena-mena, sebagaimana telah diatur dalam UU Nomor 9 Tahun 1998.

‎"Ada syarat untuk kepentingan persatuan dan kesatuan, menghargai pendapat orang lain, tidak mengacau keamanan, lihat di pasal 16 dan pasal 15 sanksinya," tuturnya.

Baca: Minta Gerakan #2019GantiPresiden Diberi Ruang, Sandiaga Uno: Kalau Enggak Ngapain Berdemokrasi?

"UU KUHP mereka melawan polisi, sementara polisi adalah representasi hukum, sebabnya polisi yang membubarkan harus diberikan penghargaan, karena tidak boleh dibiarkan. Aksi ini kan ada yang pro dan kontra akan ganggu keamanan, kalau dibiarkan jadi konflik horizontal," beber Ali Mochtar Ngabalin.

Agar tidak diartikan gerakan makar, Ali Mochtar Ngabalin pun menyampaikan ‎#2019GantiPresiden harus diubah menjadi #17April2019Ganti Presiden.

"Kalau 2019 itu makar," tegasnya. (Seno Tri Sulistiyono)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help