Prediksi Pengamat, Pilpres 2019 Jokowi-Moeldok Vs Prabowo-AHY

Menurutnya kemampuan pertahanan, Moeldoko jauh lebih kuat, sedangkan untuk soal hukum Mahfud dinilai lebih tepat.

Prediksi Pengamat, Pilpres 2019 Jokowi-Moeldok Vs Prabowo-AHY
Warta Kota/Alex Suban
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menaiki kuda di halaman Padepokan Garuda Yaksa, kediaman Prabowo di Bojongkoneng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (31/10/2016) siang. 

Pengamat politik dari PARA Syndicate Ari Nurcahyo berpendapat ada dua calon kuat yang diprediksi mendampingi petahana Joko Widodo di Pilpres 2019.

Dua kandindat yang dimaksud merupakan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

Menurutnya tokoh tersebut memiliki kapabilitas untuk menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.

"Pertimbangannya adalah soal kemampuan dan kompetensi memecahkan solusi, ada solusi soal persoalan kesejahteraan, persoalan hukum, keamanan, persoalan intoleransi, radikalisme, dan sebagainya, dua tokoh ini (Mahfud dan Moeldoko) bisa," kata Ari, Minggu (5/8/2018).

Menurutnya kemampuan pertahanan, Moeldoko jauh lebih kuat, sedangkan untuk soal hukum Mahfud dinilai lebih tepat, kedua dinilai memiliki kesejahteraan yang sama sehingga hal itu diangap sesuai dengan cara kerja Jokowi.

Namun, jika melihat peta politik kubu oposisi saat ini, dimana Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kemungkinkan berpasangan dengan Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ari memprediksi peluang Moeldoko dipilih sebagai cawapres Jokowi lebih besar ketimbang Mahfud.

"Kalau chemistry terhadap lingkungan politik kompetisi yang akan berlangsung karena militer-militer, Prabowo-AHY, menurut saya (kubu Jokowi) harus punya akses kuat kepada militer, karena apapun networking jaringan militer harus juga bisa digunakan," katanya.

Persaingan tiga tokoh berlatar belakang militer di bursa capres-cawapres ini, juga ditanggapi oleh mantan Kepala Badan Intelejen Strategis (BAIS) Laksamana Muda TNI (Purn) Soleman Ponto.

Menurut Soleman, jika pemilihan capres-cawapres mengacu pada karir militer ketiganya, maka Moeldoko lebih unggul dibanding Prabowo dan AHY.

Pasalnya, Moeldoko mengakhiri karir militernya sebagai jenderal bintang empat, dengan posisi akhir Panglima TNI.

Halaman
12
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved