Pilpres 2019

La Nyalla Mattalitti Berharap GNPF Ulama Tak Rekomendasikan Prabowo Subianto Jadi Capres

Menurutnya, Ketua Umum Partai Gerindra tersebut tidak akan mampu mengalahkan Jokowi.

La Nyalla Mattalitti Berharap GNPF Ulama Tak Rekomendasikan Prabowo Subianto Jadi Capres
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ketua Kadin Jawa Timur yang juga mantan Ketua Umum PSSI La Nyalla Mahmud Mattalitti, menjalani persidangan dengan agenda pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor PN Jakarta Pusat, Selasa (27/12/2016). Majelis Hakim Tipikor PN Pusat yang diketuai Sumpeno memvonis bebas La Nyalla, karena tidak terbukti bersalah melakukan korupsi dana hibah pengembangan ekonomi Provinsi Jawa Timur. 

POLITIKUS Partai Bulan Bintang La Nyalla Mattalitti hadir dalam acara Ijtima Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Jumat, (27/7/2018).

Acara tersebut beragendakan rekomendasi ulama yang tergabung dalam GNPF, mengenai koalisi dan capres-cawapres Pilpres 2019 kepada partai politik di luar kubu Joko Widodo.

La Nyalla berharap para ulama yang hadir merekomendasikan nama selain Prabowo Subianto, seperti Gubernur Jakarta Anies Baswedan, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra, atau Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

Baca: Prabowo Subianto: Umat Islam Paling Merasakan Proses Penghancuran Ekonomi Indonesia

"Yusril, Gatot Nurmantyo, ini yang bisa lah. Kalau Gatot bersama Yusril atau Yusril bersama Gatot itu ada lawanlah," ujar La Nyalla di lokasi.

Sebab, bila merekomendasikan Prabowo, La Nyalla pesimistis akan menang. Menurutnya, Ketua Umum Partai Gerindra tersebut tidak akan mampu mengalahkan Jokowi.

"Enggak bisa. Saya yakin enggak akan bisa," katanya.

Baca: PKS Senang Prabowo Siap Tidak Maju di Pilpres 2019 Jika Ada Calon yang Lebih Bagus

La Nyalla mengatakan, pendapatnya yang meragukan kemenangan Prabowo tersebut bukan karena masalah pribadi. Menurutnya, suara di akar rumput banyak yang menginginkan Prabowo menjadi king maker, bukan menjadi capres atau cawapres.

La Nyalla memang sempat bermasalah dengan Partai Gerindra, terkait rencana pencalonannya sebagai Gubernur Jawa Timur beberapa waktu lalu. La Nyalla mengaku dimintai mahar, sehingga mengundurkan diri dari pencalonan.

"Enggak ada urusan itu. Saya kan di bawah, di jaringan saya pun banyak yang tidak berharap kalau Prabowo maju, mereka berharap Prabowo menjadi king maker," paparnya.

Baca: Jadi Caleg, Ahmad Dhani dan Mulan Jameela Siap Jual Rumah untuk Bantu Prabowo Subianto Jadi Presiden

La Nyalla berharap Prabowo ikhlas membuka pintu bagi generasi muda mencalonkan diri pada Pilpres 2019. Ia yakin, apabila Prabowo ikhlas, maka ikhtiar untuk mengganti presiden akan terwujud.

"Kalau Prabowo mau ikhlas melepaskan demi umat, saya yakin yang mau ganti presiden semua takdir Allah, kita kan berikhtiar," ucapnya. (Taufik Ismail)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help