Home »

News

» Jakarta

Banyak Pemilik Belum Daftar Ulang Pajak Kendaraan dalam 10 Tahun Capai Rp 495,5 Miliar

Angka tersebut Rp 495,5 M berasal dari para pemilik kendaraan yang belum daftar ulang dan data tunggakan pajak.

Banyak Pemilik Belum Daftar Ulang Pajak Kendaraan dalam 10 Tahun Capai Rp 495,5 Miliar
Warta Kota/Joko Supriyanto
Ilustrasi. Petugas gabungan menggelar razia kendaraan bermotor. 

ELING Hartono, selaku Kepala Unit Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Kota Administrasi Jakarta Barat, mengakui tunggakan, PKB di Kota Jakarta Barat selama 10 tahun terakhir mencapai Rp 495,5 Miliar.

"Angka tersebut Rp 495,5 M berasal dari para pemilik kendaraan yang belum daftar ulang (BDU) dan data tunggakan pajak. Jadi, terkait data BDU, data dari pemilik kendaraan yang belum melakukan daftar ulang kendaraannya. Jadi, daftar ulang ini bisa dilakukan di Samsat atau pun Samsat Keliling yang ada di wilayah Jakarta Barat," katanya, Rabu (25/7/2018).

Sementara, lanjut Eling, data tunggakan ialah data para pemilik kendaraan yang telah lapor ke samsat dan sudah dapatkan notice jumlah pajak yang harus dibayarkan. Hanya saja ada banyak dari mereka belum membayarnya.

"Kalau BDU itu dia belum daftar kembali kayak yang sekarang kita tilang in. Mereka itu belum BDU. Namun, jikalau yang tunggakan itu yang sudah melapor dan mencetak notice perihal pembayarannya. Tapi, dia belum bayar pajak," kata Elling.

Eling melanjutkan, banyak pemilik kendaraan yang datang ke Samsat serta dapatkan notice jumlah pembayaran, akan tetapi tak langsung membayar pajaknya saat itu juga.

"Ada juga yang seperti itu. Entah karena belum punya uang atau alasan lainnya," terang Elling.

Elling menuturkan, untuk total tunggakan dari kendaraan yang belum daftar ulang mencapai Rp 488,3 miliar.

Angka itu terdiri dari RP 151.050 318.078 untuk 981.959 kendaraan roda dua, dan juga Rp 337.345 732.295 dari 156.707 kendaraan roda empat.

"Jadi ditotal ada 1.138.666 kendaraan dengan jumlah pokok Rp 488.396.050.373 dari yang belum daftar ulang. Sedangkan mengenai data tunggakan pajak sampai Juli 2018 telah capai Rp 7,2 M, yang berasal dari 1.680 kendaraan. Angka ini terdiri dari 829 roda dua dan 851 roda empat," kata Elling.

Elling mengungkapkan, salah satu cara yang dilakukan untuk menggenjot pendapatan pajak kendaraan bermotor di wilayahnya antara lain dengan menggelar razia.

"Para pengendara yang menunggak pajak pun kamk arahkan untuk melunasi tunggakannya di mobil Samsat keliling yang telah disediakan di lokasi razia. Sehingga mereka bisa melunasi saat itu juga tanpa harus ambil bukti tilang di Pengadilan," katanya kembali.

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help