Imunoterapi Diharapkan Menjadi Program BPJS Kesehatan

Aplikasi imunoterapi terbukti efektif pada kanker paru dan kulit dan mulai diterapkan pada kanker ovarium, lambung, dan pankreas.

Imunoterapi Diharapkan Menjadi Program BPJS Kesehatan
Earth Chronicles
Ilustrasi sel kanker. 

WARTA KOTA, PALMERAH---Pakar ilmu penyakit dalam dari RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta, Dr dr Andhika Rachman SpPD KHOM, mengatakan, saat ini aplikasi imunoterapi selain yang sudah terbukti efektif pada kanker paru dan kanker kulit, juga mulai diterapkan pada kanker ovarium, kanker lambung, dan kanker pankreas.

Hasil studi klinis terbaru menunjukkan hasilnya memang lebih bagus, di mana angka kesintasan meningkat lebih dari enam bulan dengan efek samping minimal.

Imunoterapi dapat dikatakan menjawab keinginan dunia yang mendambakan pengobatan kanker dengan keampuhan maksimal namun minimal efek sampingnya.

Baca: Pengobatan Kanker, Tiga Prinsip Cara Kerja Imunoterapi

Diharapkan pasien memiliki harapan hidup lebih panjang, meskipun kanker tidak dapat dihilangkan sepenuhnya.

Kendala terbesar, menurut dr Andhika, adalah harganya cukup mahal.

Itu sebabnya ia berharap imunoterapi ini bisa masuk dalam skema BPJS, setidaknya tahun depan setelah seluruh rangkaian uji coba ini selesai.

"Saya berharap, masih banyak jenis kanker yang bisa diujicobakan dengan terobosan imunoterapi ini untuk pengembangan di kanker lain setelah sukses pada kanker kulit, paru, rahim, dan lainnya," kata Andhika beberapa waktu lalu.

Baca: Dunia Penelitian Menaruh Harapan Imunoterapi Menjadi Harapan Baru Pasien Kanker

"Tentu saja (saya juga berharap) bagaimana harganya bisa lebih murah, karena saat ini untuk satu siklus imunoterapi sekitar Rp 60 juta dikalikan delapan, hasilnya bisa seharga satu rumah. Sementara angka kejadian kanker semakin tinggi," kata Andhika.

Prof dr Iwan Dwiprahasto MMedSc PhD, Farmakolog sekaligus Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, mengatakan, tingkat efektivitas imunoterapi cukup tinggi dibanding terapi lain.

Baca: Pengobatan Kanker, Tiga Prinsip Cara Kerja Imunoterapi

Pasalnya, saat ini konsep penatalaksanaan kanker mengenal adanya precision medicine, bukan lagi personalize medicine.

"Inti dari precision medicine adalah pengobatan yang lebih presisi karena ditemukan biomarker tertentu yang memang lebih cepat pergerakannya, maka obat-obatan imunoterapi kemudian menargetkan langsung biomarker-biomarker yang dimaksud tadi," kata Iwan.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved