Piala Dunia 2018

Prediksi Perancis versus Argentina

Ini satu-satunya partai 16 Besar yang mempertemukan para mantan juara dunia. Kedua negara total sudah tujuh kali mencapai final Piala Dunia.

Prediksi Perancis versus Argentina
Hugo Lloris menyelamatkan gawang Perancis dari tendangan penalti pemain Australia Trent Sainsbury dalam pertandingan Piala Dunia 2018 Prancis vs Australia di Kazan Arena, Kazan, Russia, 16 Juni 2018. (REUTERS/Sergio Perez) 

INI satu-satunya partai 16 Besar yang mempertemukan para mantan juara dunia. 

Kedua negara total sudah tujuh kali mencapai final Piala Dunia yang empat di antaranya mereka menangi.

Argentina masuk final Piala Dunia pada 1930, 1978, 1986, 1990, dan 2014, dengan dua di antaranya mereka juarai, masing-masing edisi 1978 di negeri sendiri dan 1986 di Meksiko

Sedangkan Perancis sudah dua kali tampil pada final turnamen ini, masing-masing 1998 di negara sendiri yang mereka juarai dan 2006.
 
Perancis tak pernah mengalahkan Argentina dalam ajang Piala Dunia atau non pertandingan persahabatan apa pun, padahal ini adalah pertemuan ke-12 mereka melawan Tim Tanggo.

Pada sebelas pertemuan mereka terdahulu, Argentina menang enam kali, Perancis dua kali, dan sisanya tiga pertandingan seri.

Kendati begitu, dalam tujuh pertandingan Piala Dunia terakhirnya melawan tim-tim Amerika Selatan, Perancis tak pernah kebobolan.

Pemain Amerika Latin terakhir yang membobol Les Bleus adalah Careca dari Brasil pada 1986.

Bukan itu saja, di luar pertandingan yang harus berakhir dengan adu tendangan penalti, Perancis hanya pernah satu kali kalah dalam sebelas pertandingan terakhir fase knockout Piala Dunia.

Statistik ini diperhatikan betul oleh Argentina yang pada latihan tim Jumat kemarin, tiga penjaga gawang mereka khusus berlatih mementahkan tendangan penalti.

Argentina menyadari bahwa selain sulit dibobol lawan, mereka juga sulit membobol lawan, sehingga harus bersiap dengan skenario bahwa pertandingan di Kazan Arena Sabtu malam nanti itu akan menemui jalan buntu sehingga harus ditentukan oleh adu penalti.

Baca: Main Film, Syahrini Nyaris Tak Baca Naskah Skenario


Bagaimana tidak berpikiran begitu, dalam empat pertandingan terakhir fase gugur Piala Dunia yang diikutinya, tim asuhan Jorge Sampaoli ini hanya memasukkan dua gol dan kemasukkan satu gol.

Kedua tim sendiri melenggang ke 16 Besar setelah melewati fase grup dengan catatan yang tidak terlalu mengesankan.

Les Bleus memang menjuarai Grup C tetapi dengan cara yang tak terlalu meyakinkan, khususnya tampil medioker melawan Denmark pada pertandingan terakhir fase grup mereka yang berakhir 0-0.

Mereka memang mulus melewati fase grup dan bertabur bintang-bintang, tetapi mereka kehilangan ambisi dan intensitas.

La Albiceleste lebih buruk lagi karena dipaksa harus mengandalkan keajaiban tatkala melawan Nigeria demi memperebutkan tiket kedua 16 Besar dari Grup D.

Lionel Messi memang telah balik menuju penampilan terbaiknya, tapi Argentina tak bisa balik berubah bagus secepat dilakukan Messi, khususnya sektor pertahanan mereka yang amat rapuh sampai-sampai lima kali dibobol lawan.

Padahal, seperti Kroasia, lawan Argentina sekarang memiliki para gelandang dan penyerang haus gol nan petarung yang siap memporakporandakan benteng pertahanan terakhir Argentina, meskipun mesin gol Perancis Antoine Griezmann sejauh ini belum mencetak satu pun gol.

Baca: TKI Hilang dalam Tabrakan Speedboat di Pulau Sebatik Dicari


"Pada Euro 2016, saya juga kesulitan selama fase grup tetapi saya bisa memuncak pada fase knockout," kata Griezmann menegaskan ancamannya untuk mencetak gol saat melawan Argentina nanti.

Faktor Lionel Messi

Argentina sendiri melempem saat melawan Islandia dan makin rusak ketika menghadapi Kroasia karena mungkin oleh satu faktor saja, yakni Lionel Messi yang bermain tidak seinspiratif, tidak seantusiastis dan tidak selevel dengan sewaktu dia bermain bersama Barcelona.  

Halaman
123
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved